Berita

Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (22/4)/RMOL

Politik

PDIP Tegaskan Gibran dan Jokowi Sudah Bukan Kader

SENIN, 22 APRIL 2024 | 23:13 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah bukan bagian dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Pasalnya, Jokowi saat ini sudah berada di kubu Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka pada Pilpres 2024.

Hal itu disampaikan Ketua DPP PDIP Bidang Kehormatan, Komarudin Watubun merespons pertanyaan wartawan perihal status Jokowi di partai banteng moncong putih.

“Ah, orang sudah di sebelah sana, bagaimana mau dibilang bagian masih dari PDI Perjuangan, yang benar saja,” tegas Komarudin di Kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Senin malam (22/4).


Dalam kesempatan itu, Komarudin juga mengungkapkan bahwa cawapres nomor urut 02, sekaligus putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka pandai berbohong. Setidaknya Gibran berbohong sebanyak dua kali saat menyatakan bakal tetap menjadi kader PDIP. Namun faktanya menjadi cawapres dari Prabowo Subianto di Pilpres 2024.

“Pertama, saya panggil, saya dengan Pak Sekjen (Hasto Kristiyanto) di lantai 2 ruang Pak Sekjen. Dan waktu itu beliau (Gibran) sendiri yang ngomong bahwa dia sadar tahun depan bapaknya tidak presiden lagi, ‘mau kemana lagi saya pasti bersandar di PDI Perjuangan’,” ungkap Komarudin.

“Kemudian yang di sekolah partai, itu juga ada kan rekaman. Kau punya apa belum? Oh belum, saya punya mau? Nanti saya kasih. Itu kan Ibu (Megawati) tanya Mas Gibran sama Bobby, mau tetap di sini apa berpindah partai? Mas Gibran sendiri maju ke mimbar lalu disampaikan waktu itu tetap bersama PDI Perjuangan,” sambungnya.

Atas dasar itu, Komarudin menegaskan bahwa Gibran sudah bukan lagi kader PDIP.

“Gibran itu sudah bukan kader partai lagi, saya sudah bilang sejak dia ambil putusan itu,” pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya