Berita

Presiden Joko Widodo/RMOL

Politik

Pengamat: Ramai Amicus Curiae di MK Bukti Demokrasi Bobrok di Era Jokowi

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 15:30 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Banyaknya tokoh nasional yang mengajukan diri sebagai sahabat peradilan atau amicus curiae, dinilai sebagai bukti demokrasi Indonesia bobrok di masa pemerintahan Presiden Joko Widodo.

Pandangan tersebut disampaikan pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/4).

"Banyak yang mengajukan diri sebagai amicus curiae dari mulai tokoh partai politik, tokoh agama, kalangan pendidik, maupun unsur kampus menunjukkan demokrasi di Indonesia mengalami masalah di akhir kepemimpinan Presiden Jokowi," ujar Efriza.

Dia menjelaskan, fenomena amicus curiae merupakan bentuk kesadaran masyarakat terhadap hukum dan kaitannya pelaksanaan pesta demokrasi atau pemilihan umum (Pemilu).

"Memang di satu sisi, dengan adanya amicus curiae ini menjadi bentuk kepedulian, kesadaran politik yang tinggi dari banyak kalangan dan tokoh-tokoh nasional," tuturnya.

Oleh karena itu, Efriza menganggap fenomena amicus curiae yang masif dilakukan para tokoh nasional sebagai bentuk kritik terhadap pelaksanaan pemilu oleh lembaga pemerintahan negara.

"Bukan saja kemunduran demokrasi yang menyertainya, tetapi juga proses pemilu yang dianggap tidak lagi bersifat Luber dan Jurdil (langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil)," demikian Efriza menambahkan.

Populer

Konsesi Tambang Ormas Dicurigai Siasat Jokowi Kabur dari Kejaran Utang

Sabtu, 15 Juni 2024 | 12:27

Politikus Demokrat Usul Legalisasi Judol Buat Tambah Uang Negara

Senin, 17 Juni 2024 | 18:58

Preview Belgia Vs Slovakia: Hati-hati Pancingan Emosi

Senin, 17 Juni 2024 | 16:59

Perwakilan Kontraktor Minta Penegak Hukum Periksa Bupati Keerom

Senin, 10 Juni 2024 | 10:37

Dugaan Korupsi Askrida Naik Lidik

Senin, 10 Juni 2024 | 22:37

Bey Machmudin Pastikan Tak Ada Ormas Keagamaan di Jabar yang Kelola Tambang

Rabu, 12 Juni 2024 | 00:19

Bey Machmudin Siapkan Bonus Kontingen Peparnas 2024

Selasa, 11 Juni 2024 | 13:16

UPDATE

Kemenperin Minta IKM Pangan Lakukan Diversifikasi Bahan Baku Lokaal

Rabu, 19 Juni 2024 | 10:03

MIND ID Salurkan 864 Hewan Kurban

Rabu, 19 Juni 2024 | 10:01

Usai Iduladha, Emas Antam Naik Tipis Jadi Segini

Rabu, 19 Juni 2024 | 09:55

Lawan Anies, KIM Perlu Cari Alternatif Selain RK

Rabu, 19 Juni 2024 | 09:43

Indocement Umumkan Perubahan Direksi di Anak Usaha

Rabu, 19 Juni 2024 | 09:34

Produsen Mobil China Nio Segera Luncurkan Smartphone Nio Phone 2

Rabu, 19 Juni 2024 | 09:16

Genjot Kredit, Bank Victoria (BVIC) Tawarkan Obligasi Rp500 Miliar

Rabu, 19 Juni 2024 | 08:59

Tak Lolos, Dharma Pongrekun dan Kun Wardana Siap Gugat KPU

Rabu, 19 Juni 2024 | 08:51

550 Jemaah Haji Meninggal Akibat Cuaca Panas

Rabu, 19 Juni 2024 | 08:47

Kusnadi Diminta Hadir Sesuai Jadwal

Rabu, 19 Juni 2024 | 08:47

Selengkapnya