Berita

Mantan Menteri Agama Jenderal TNI (Purn), Fachrul Razi/RMOL

Politik

Fachrul Razi Ingatkan Hakim MK Tidak Terpengaruh Godaan Duniawi

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 14:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menjelang sidang putusan perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) Pilpres 2024 di Mahkamah Konstitusi (MK), publik berharap Majelis Hakim MK bisa bersikap adil. Tidak takut dengan intervensi penguasa.

Harapan ini salah satunya disampaikan mantan Menteri Agama Jenderal TNI (Purn) Fachrul Razi, yang bersama mantan Komandan Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Mayjen TNI (Purn) Soenarko, ikut hadir dalam aksi dukungan terhadap proses sengketa Pilpres yang disidangkan MK di Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Jumat (19/4).

Fachrul Razi berharap Hakim Mahkamah Konstitusi dapat memutus perkara perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dengan seadil-adilnya tanpa takut diintervensi penguasa.


"Tidak tergoda dengan macam-macam godaan duniawi, dan tidak takut dengan ancaman apapun, yang takut ancaman Tuhan saja," kata Fachrul Razi saat diwawancarai Kantor Berita Politik RMOL di lokasi.

Mantan Wakil Panglima TNI itu melanjutkan, kehadiran dirinya dalam aksi ini tidak mewakili pendukung pasangan capres-cawapres tertentu.

Sebagai warga negara, Fachrul Razi merasa terpanggil untuk memberikan dukungan moril kepada Hakim Mahkamah Konstitusi agar bisa  menegakkan kebenaran dan keadilan dalam memutus sengketa Pemilu.

"Masalahnya bukan siapa yang menang, tapi untuk masa depan bangsa nantinya," pungkasnya.

Populer

Keputusan Bisnis Dipidanakan, Nicko Widjaja Tulis Surat dari Rumah Tahanan

Jumat, 22 Mei 2026 | 17:34

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Jokowi Boleh Keliling Indonesia Asal Tunjukkan Ijazah Asli

Rabu, 20 Mei 2026 | 01:33

Cegah Kabur, Segera Eksekusi Razman Nasution!

Kamis, 21 Mei 2026 | 05:04

Tuntutan Seret Jokowi ke Pengadilan terkait Kasus Nadiem Mengemuka

Jumat, 15 Mei 2026 | 00:02

Bebaskan Nadiem, Lalu Adili Jokowi

Senin, 18 Mei 2026 | 02:46

UPDATE

Kasus Roy Cs, Polisi Sudah Lengkapi Petunjuk Jaksa

Sabtu, 23 Mei 2026 | 20:13

Bukan Soal Salah Nama Desa, IPI: Reshuffle Perlu Karena Rapor Merah Menko Pangan

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:49

Pertamina Trans Kontinental Berdampak bagi Lingkungan, Raih Best CSR 2026

Sabtu, 23 Mei 2026 | 19:10

Hilirisasi Nasional, Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:13

Ekonom: Tata Kelola SDA dan Perekonomian Sudah Keluar Jalur UUD 1945

Sabtu, 23 Mei 2026 | 18:10

Ekonom Ramal Rupiah Betah di Rp17.000 per Dolar AS

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:45

Dukung Dakwah di AS, KAUMY Salurkan Bantuan untuk Nusantara Foundation

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:43

Bamsoet dan Ketum Perbakin Banten Berburu Babi Hutan Perusak Panen

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:27

Salah Beri Informasi Saat Minyakita Bermasalah, Pengamat: Ucapan Prabowo Peringatan untuk Zulhas

Sabtu, 23 Mei 2026 | 17:13

Regulasi Right to Be Forgotten di Indonesia Masih Abu-abu

Sabtu, 23 Mei 2026 | 16:58

Selengkapnya