Berita

Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, di Sekretariat Bersama Relawan Prabowo-Gibran, Palmerah, Jakarta Barat/Ist

Politik

Haris Pastikan Relawan Prabowo-Gibran Tak Hadir di MK

JUMAT, 19 APRIL 2024 | 07:15 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Seluruh unsur relawan Prabowo-Gibran siap bertanggung jawab bila ada pendukung yang masih nekat datang di Gedung Mahkamah Konstitusi (MK), Jakarta Pusat, hari ini, Jumat (19/4).

Komandan Relawan TKN Prabowo-Gibran, Haris Rusly Moti, memastikan pihaknya telah bekerja dari malam hingga pagi ini agar massa tidak hadir ke MK.

"Kami bertanggung jawab atas pembatalan aksi ini, dan mulai malam ini tim bekerja hingga pagi untuk sosialisasi pada seluruh pendukung yang telah menyiapkan kedatangan pada aksi damai yang telah viral di media sosial dan media massa," katanya, di Sekber Relawan Prabowo-Gibran, Palmerah, Jakarta Barat, Kamis malam (18/4).


Aksi damai itu dibatalkan, menyusul arahan dari Ketua Umum Gerindra yang juga presiden terpilih 2024-2029.

"Pak Prabowo menyampaikan arahan pada seluruh pendukung dan pemilih Prabowo-Gibran agar tidak melanjutkan aksi massa damai yang rencananya digelar besok, Jumat 19 April 2024," kata Haris.

Dia juga memastikan rencana pemberian 10 ribu pernyataan amicus curiae atau sahabat pengadilan dibatalkan.

"Arahan Pak Prabowo, kita semua selaku pemilih dan pendukung Prabowo-Gibran agar menghormati proses hukum dan konstitusi yang sedang berjalan di MK," kata Haris.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya