Berita

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron/RMOL

Politik

DPR Dorong Kemendag Bikin Aturan yang Didukung Publik

RABU, 17 APRIL 2024 | 19:45 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kementerian Perdagangan (Kemendag) perlu merumuskan aturan baku secara komprehensif agar tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.

Hal ini terkait dengan adanya aturan pengiriman barang Pekerja Imigran Indonesia (PMI) yakni Permendag 36/2023, yang sudah tidak lagi diatur Kemendag.

Anggota Komisi VI DPR Herman Khaeron menuturkan bahwa Permendag 36/2023 itu bisa dipakai atau tidak oleh masyarakat tergantung reaksi masyarakat mengenai hal itu.


"Pertama tentu sejak awal saya menyampaikan bahwa Permendag itu bisa direvisi bisa tidak diberlakukan jika memang banyak reaksi masyarakat tentu banyak dirugikan,” ucap Herman Khaeron kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (17/4).

Menurutnya, aturan tersebut sangat baik untuk menghindari adanya aktivitas impor yang tidak melalui retribusi negara, namun hal itu perlu dikaji secara menyeluruh agar tidak merugikan banyak pihak.

“Tujuan Permendag tentu bagus, untuk membatasi impor yang tidak melalui retribusi negara, tidak melalui pajak negara, tapi kalau kemudian pembatasan itu menyusahkan berbagai aspek dan belum waktunya diterapkan saat ini di Indonesia, ya tentu direlaksasi,” ucapnya.

“Termasuk peraturan impor yang harus direlaksasi, karena memang ada bahan penunjang ini yang masuk dalam Permendag 36/2023 itu,” sambungnya.

Legislator dari Fraksi Demokrat DPR ini meminta agar Kemendag membuat aturan yang tidak merugikan publik.

"Oleh karenanya, ke depan Mendag perlu merumuskan betul, aturan-aturan dan kebijakan negara yang tepat, jika ingin itu menjadi kebijakan publik, sehingga kebijakannya tentu mendapatkan dukungan dari publik,” tutupnya.

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya