Berita

Dari kiri ke kanan Ketua PPIK Teguh Santosa, Wakil Dirjen IIJI Matteo Carbonelli, Ketua GSJI Teuku Rezasyah, dan Sekretaris APRCFSKP Javed Ansari/Ist

Dunia

Teuku Rezasyah Dilantik Jadi Ketua Grup Studi Juche Indonesia

SELASA, 16 APRIL 2024 | 07:34 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Dosen hubungan internasional di Universitas Padjadjaran (Unpad) dan President University, Teuku Rezasyah secara resmi dilantik sebagai Ketua Grup Studi Juche Indonesia (GSJI).

Pelantikan dilakukan di pelataran monumen Kim Il Sung dan Kim Jong Il di Bukit Mansu, Pyongyang pada Senin (15/4), bertepatan dengan hari kelahiran Kim Il Sung, pendiri Republik Rakyat Demokratik Korea (DPRK) atau Korea Utara.

Dalam prosesi pelantikan, Ketua Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara (PPIK), Teguh Santosa, menyematkan pin Juche Korea di dada kiri Teuku Rezasyah.


Pelantikan disaksikan Wakil Dirjen Institut Internasional Ide Juche (IIJI) Matteo Carbonelli dari Italia dan Sekretaris Komite Asia Pasifik untuk Persahabatan dan Solidaritas dengan Rakyat Korea (APRCFSKP) Javed Ansari dari Pakistan.

GSJI didirikan mendiang Rachmawati Soekarnoputri tahun 2021 untuk mempelajari ajaran Kim Il Sung tentang kemandirian dan keteguhan dalam perjuangan. Juche memiliki kemiripan dengan ajaran Trisakti Bung Karno yang intinya adalah kedaulatan politik, kemandirian ekonomi, dan kepribadian bangsa.

Dalam Juche, manusia dipandang sebagai faktor utama penentu pertumbuhan dan perkembangan suatu bangsa. Karena itu Juche mengajarkan bahwa manusia adalah tuan bagi dirinya, masa depan, dan nasibnya sendiri.

Tadinya, posisi Ketua GSJI secara ex officio dijabat Ketua PPIK. Setelah menduduki posisi Ketua PPIK tahun 2022, Teguh memutuskan untuk memisahkan kedua jabatan itu agar lebih fokus dan efektif.

"Alhamdulillah, kami sudah mendapatkan figur yang tepat untuk mengisi posisi ini. Latar belakang Pak Reza sebagai akademisi yang memiliki minat tinggi pada isu Asia Timur, termasuk Korea Utara, kami kira modal yang memadai untuk membuat organisasi ini lebih aktif," ujar Teguh dalam keterangan yang diterima redaksi.

Dalam keterangan itu Teuku Rezasyah mengatakan, GSJI akan menjadi pintu masuk untuk mendalami dinamika kawasan Asia Timur, di mana Korea Utara merupakan salah satu aktor yang memiliki keunggulan yang khas.

"Korea Utara dengan Juche mampu bertahan dan terus membangun di tengah krisis global. Nilai-nilai Juche sudah melembaga dan tersosialisasi dengan sangat baik di tingkat pemerintah dan masyarakat," ujarnya.

"Mengingat DPRK adalah negara unggulan di Asia Timur, maka pengamatan atas negara ini harus dilakukan secara spesifik. Juche dapat digunakan sebagai pintu masuk untuk mempelajari kawasan Asia Timur," katanya lagi.

Dia juga menambahkan, keteguhan Korea Utara memegang ideologi Juche sangat menginspirasi.

"Dalam hal ini, saya yakin dengan Pancasila kita juga dapat menjadi bangsa dan negara yang unggul dan terpandang dalam pergaulan dunia. Seperti cita-cita kemerdekaan yang digariskan founding fathers kita," demikian Teuku Rezasyah.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Jamaika Nilai Otonomi Sahara Maroko Solusi Paling Layak Ditempuh

Jumat, 25 September 2026 | 10:16

Dibayangi Ketidakpastian Global, Rupiah Dekati Rp18.000 per Dolar AS

Jumat, 25 September 2026 | 10:15

Wacana Pileg dan Pilpres Dipisah, Pengamat Ingatkan Konsekuensi Konstitusional

Jumat, 25 September 2026 | 10:06

KPK Telusuri Aset TPPU Milik Walikota Madiun Maidi, Periksa Sejumlah Saksi

Jumat, 25 September 2026 | 09:58

Syahganda Nazar Gunduli Kepala dan Umrah Jika Gibran Didiskualifikasi MK

Jumat, 25 September 2026 | 09:50

Impor Produk Halal Capai 31 Miliar Dolar AS, Indonesia Kejar Pasar Global

Jumat, 25 September 2026 | 09:48

IHSG Kembali Menguat, Tembus Level 6.300

Jumat, 25 September 2026 | 09:34

Gibran Masih Bocil, Lebih Cocok Jadi Camat Ketimbang Wakil Presiden

Jumat, 25 September 2026 | 09:30

Prabowo Bangga Indonesia Raih Emas Pertama di Asian Games 2026

Jumat, 25 September 2026 | 09:28

Bertemu Trump, Xi Jinping Ingatkan Bahaya Jebakan Thucydides

Jumat, 25 September 2026 | 09:00

Selengkapnya