Berita

Komando Angkatan Laut Iran saat sedang menyita kapal kontrainer milik seorang pengusaha Israel/Net

Dunia

Angkatan Laut Iran Sita Kapal Israel di Selat Hormuz

SABTU, 13 APRIL 2024 | 20:39 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Di tengah ketegangan yang meningkat antara Teheran dan Tel Aviv, Komando Angkatan Laut Iran dilaporkan telah menyita kapal kontainer milik seorang pengusaha Israel pada Sabtu (13/4).

Mengutip Anadolu Agency, kapal yang membawa bendera Portugis itu dihadang di Selat Hormuz, yang diidentifikasi sebagai kapal MSC Aries milik perusahaan pelayaran Zodiac Maritime atau yang diketahui milik miliarder Israel, Eyal Ofer.

Operasi Perdagangan Maritim Inggris (UKMTO) sendiri telah mengkonfirmasi adanya penyitaan kapal kontainer tersebut, meski begitu mereka belum memberikan informasi lebih rinci terkait penangkapannya.


“Kapal dilaporkan telah disita oleh otoritas regional,” kata UKMTO dalam laporannya.

Saat ini, kapal tersebut telah diarahkan menuju wilayah perairan Iran.

Pihak UKMTO kemudian mengimbau kepada para kapal yang akan bertransit ke kawasan itu untuk terus berhati-hati dan melaporkan diri jika terdapat aktivitas mencurigakan di wilayah setempat.

Ketegangan antara kedua belah pihak yang terus meningkat ini terjadi setelah Israel meluncurkan serangan tak berawaknya ke kompleks kedutaan Iran di Damaskus pekan lalu.

Serangan pesawat tak berawak itu menyebabkan seorang komandan senior Pasukan Quds Iran dan enam perwira lainnya tewas.

Meski Israel tidak mengklaim bertanggung jawab atas serangan udara terhadap kompleks tersebut, namun pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei telah menyerukan pembalasan yang setimpal terhadap musuhnya.

"Israel harus dihukum, dan (Iran) akan melakukan operasi yang setara dengan serangan (Israel)," pungkasnya.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya