Berita

Tangkapan gambar video yang viral/Rep

Pertahanan

Viral Pengemudi Fortuner Plat Dinas TNI Cekcok dengan Warga, Ini Faktanya

JUMAT, 12 APRIL 2024 | 21:19 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebuah video viral di media sosial (Medsos), merekam adegan dua mobil saling bersenggolan di jalan tol Jakarta-Cikampek yang sedang dalam kondisi padat.

Toyota Fortuner hitam dengan plat dinas militer 84337-00 dari bahu kiri jalan berusaha alih jalur ke tengah dengan cara memaksa mobil putih di sisi kanannya memberi jalan.

Namun mobil putih menolak, hingga membuat pengendara Toyota Fortuner nekat menyenggol, lalu menghentikan mobilnya di depan mobil putih.


Tak sampai di situ, lelaki pengendara mobil berplat TNI turun dan terlibat cekcok dengan pengendara mobil putih. Pengendara Fortuner mengaku adik seorang jenderal TNI.

Menyikapi itu, Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen Nugraha Gumilar, mengatakan, plat dinas militer 84337-00 itu telah diselidiki Puspom TNI, dan hasilnya, teregister milik bekas prajurit yang sudah pensiun.

"Puspom TNI telah memeriksa database nomor registrasi kendaraan di Denma Mabes TNI, Puspom TNI mengecek di sistem database Regiden Korlantas Mabes Polri, mobil itu terdaftar dengan nama pemilik, Asep Adang," kata Gumilar, di Jakarta, Jumat (12/4).

Menurutnya, Asep Adang merupakan purnawirawan perwira tinggi TNI.

Berdasar penelusuran redaksi, Asep Adang merupakan pensiunan jenderal TNI AU, pensiun pada 2020, pangkat terakhirnya jenderal bintang dua atau marsekal muda (Marsda), dengan jabatan sekretaris utama Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).

Asep juga dikenal sebagai salah satu dosen di Universitas Pertahanan (Unhan).

Selanjutnya Puspom TNI mendatangi kediaman Asep.

"Saat ini tim lidik Puspom TNI sedang mendatangi kediaman yang bersangkutan, untuk mengkonfirmasi terkait penggunaan plat dinas Mabes TNI itu," kata Gumilar.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya