Berita

Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto/RMOL

Dunia

Panglima TNI Ungkap Alasan Pilih Yordania untuk Air Drop Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

RABU, 10 APRIL 2024 | 17:18 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto mengungkap alasan memilih negara Yordania sebagai mitra untuk menyalurkan bantuan kemanusiaan via udara atau air drop ke Gaza Palestina.

Menurutnya, hal itu dilakukan tidak lain karena negara terdekat dengan Palestina yakni negara Yordania.

“Jadi memang daerah terdekat untuk air drop itu ya Yordania,” kata Agus saat jumpa pers di Rumah Dinas TNI, Wisma A. Yani, Jalan Taman Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/4).


Selain itu, Agus juga menyebut bahwa negara-negara lain yang ingin menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada Palestina pasti melalui Yordania.

“Jadi semua lewat Yordania, negara manapun lewat Yordania,” tuturnya.

Lebih jauh, Agus menambahkan bahwa sebelum memutuskan menjalin kerja sama dengan Yordania untuk air drop logistik ke Gaza, pemerintah Indonesia telah merumuskan 9 negara, namun pada akhrinya yang dipilih adalah Yordania.

Pemerintah Indonesia, melalui Tentara Nasional Indonesia (TNI), berhasil mengirimkan bantuan kemanusiaan ke Gaza, Palestina, melalui operasi udara atau air drop pada Selasa lalu (9/4). Upaya ini terwujud berkat kerjasama dengan The Royal Jordanian Armed Forces.

Operasi air drop tersebut dilakukan dengan menggunakan Pesawat Hercules C-130 J (A-1340) TNI AU.

Adapun, bantuan logistik yang berhasil disalurkan berjumlah sekitar 20 paket, masing-masing berisi makanan dan obat-obatan dengan berat 160 kilogram atau mencapai 3.200 kilogram.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Saham-saham AS Bergerak Variatif Pantau Perkembangan Negosiasi

Sabtu, 11 April 2026 | 08:20

Mali Cabut Pengakuan Negara Buatan Polisario, Dukung Otonomi Sahara di Bawah Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 08:10

Dorong Pivot Bisnis, KADIN Sebut MBG Berkah bagi Petani dan Peternak

Sabtu, 11 April 2026 | 08:02

BI Ungkap Konsumen Tetap Pede, Ekonomi Dinilai Baik hingga Akhir Tahun

Sabtu, 11 April 2026 | 07:47

Kenya Dukung Otonomi Sahara di Bawah Kedaulatan Maroko

Sabtu, 11 April 2026 | 07:27

Harapan Damai Picu Penguatan Pasar Eropa di Akhir Pekan

Sabtu, 11 April 2026 | 07:18

Drama Diplomasi Dimulai: Iran-AS Adu Kuat di Islamabad

Sabtu, 11 April 2026 | 07:04

Kepsek SMK jadi Otak Pengoplosan Gas LPG 3 Kg di Brebes

Sabtu, 11 April 2026 | 06:46

Prabowo Tetap Waras soal Demokrasi, Tidak Seperti Jokowi

Sabtu, 11 April 2026 | 06:20

Soemitronomics dan Kedaulatan Ekonomi

Sabtu, 11 April 2026 | 05:59

Selengkapnya