Berita

Ilustrasi Foto: Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka/RMOL

Politik

Pemerintahan Prabowo-Gibran Diprediksi Bakal Banyak Dapat Dukungan Politik

RABU, 10 APRIL 2024 | 01:16 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Usai putusan sidang Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) di Mahkamah Konstitusi (MK), situasi politik akan kembali stabil.

Hal itu diperkuat dengan rencana beberapa elite politik bertemu dengan calon presiden terpilih Prabowo Subianto.

Komunikolog sosial dan politik Tamil Selvan menyebut dukungan politik kepada Prabowo-Gibran menguat karena potensi ditolaknya gugatan dari tim hukum Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.


Pasalnya, tuduhan kedua kubu tersebut soal bansos dijadikan instrumen politik tidak terbukti.

“Saya memprediksi bahwa tidak akan ada hubungan antara bansos dengan kemenangan Prabowo-Gibran seperti argumen yang disampaikan oleh ahli dan kuasa hukum dari 02," ujar Tamil, Selasa (9/4).

"Jadi kalaupun hari ini proses itu berjalan, mari kita menghormati proses itu, tapi saya yakin setelah proses itu selesai baik pihak 01 dan 03 maka akan legowo dan bersama-sama bergabung untuk membangun bangsa ini ke depan,” tambahnya.

Dikatakan Tamil, konstelasi politik hari ini memberikan sinyal partai-partai di luar Koalisi Indonesia Maju (KIM) akan mendukung atau akan bergabung dengan pemerintahan Prabowo-Gibran termasuk tidak menutup kemungkinan partai besar seperti PDIP.

“Hal itu kita bisa lihat dari partai-partai politik yang mengusung masing-masing capres-cawapres, dalam hal ini bahkan PDIP sekalipun sudah memberikan sinyal-sinyal untuk mendukung pemerintahan ini ke depan,” ucapnya.

Menurutnya, salah satu pertimbangan PDIP ikut menjadi bagian dari pemerintahan karena Gibran masih dianggap sebagai kader PDIP, sementara Gibran sendiri tidak pernah menyatakan diri keluar dari PDIP dan bergabung menjadi kader partai lain.

“Karena Gibran itu suka tidak suka, kita percaya tidak percaya Gibran itu masih kader PDIP dan Gibran tidak pernah mengundurkan diri, PDIP sendiri juga tidak pernah memecat Gibran artinya apa? Artinya dalam pemerintahan Prabowo-Gibran nanti PDIP memiliki kadernya sebagai seorang wakil presiden,” ungkapnya.

Lanjut Tamil, komunikasi politik antara presiden terpilih Prabowo Subianto dengan partai-partai lain seperti Nasdem yang berada di kubu 01 dan rencana pertemuan Prabowo dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri sebagai simbol dari 03, menjadi penanda elite parpol setidaknya mengakui kemenangan Prabowo-Gibran.

“Jadi saya kira cukup clear simbol-simbol politik yang di ruang publik itu yang bisa kita tangkap. Nah kendatipun hari ini ada poin demi poin yang dipertontonkan di MK, saya kira itu hanya sekadar boleh kita katakan bunga-bunga dalam perpolitikan yang menghiasi pilpres hari ini,” ungkapnya lagi.

Lebih lanjut, Tamil mengatakan para elite parpol sudah seharusnya realistis melihat tuduhan yang disampaikan dengan fakta dan bukti-bukti di persidangan tidak linear, seperti politisasi bantuan sosial (bansos), keterlibatan aparat negara, pengangkatan penjabat (pj) kepala daerah untuk memenangkan Prabowo-Gibran dan lainnya sangat lemah.

“Seperti apa yang kita lihat pada sidang MK itu, apa yang dipaparkan oleh para menteri dan kemudian apa yang disampaikan oleh para ahli dalam persidangan ya memang kita harus realistis bahwa bansos itu tidak ada linierisasinya dengan kemenangan para kandidat tertentu,” jelas dia.

“Jadi boleh kita katakan ini hanya sekedar instrumen untuk membuat atau mencari-cari kesalahan dalam kemenangan 02,” tukasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya