Berita

Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Deddy Irawan/Net

Politik

Deddy Irawan: Kritik Permendag Bukti Kegagalan Benny Ramdhani Pimpin BP2MI

SENIN, 08 APRIL 2024 | 18:41 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Tidak etis bagi  Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Ramdhani menyoal dan meminta peninjauan ulang Permendag Nomor 36 Tahun 2023 tentang tentang Kebijakan dan Pengaturan Impor.

Begitu dikatakan Ketua PP Pemuda Muhammadiyah, Deddy Irawan menyikapi Benny yang menyoal terbitnya Permendag 36/2023, yang berakibat penumpukan barang PMI pada Desember 2023 dikarenakan ada keterlambatan, ataupun pembatasan barang.

"Aksi terbuka Kepala BP2MI yang menyalahkan Pemerintah tentang pengaturan impor tidak etis," ujar Deddy kepada wartawan, Sabtu (8/4).


Deddy mengingatkan, Kementerian Perdagangan justru sudah melakukan relaksasi terhadap aturan tersebut yang mengakomodir PMI dengan terbitnya Permendag Perubahan Nomor 3 Tahun 2024.

Menurut Deddy, aksi Benny tersebut dinilai janggal, mengingat posisinya yang merupakan kepala lembaga di pemerintahan.

"Gaya seperti itu masih bisa dimaklumi jika Menko atau Presiden yang melakukan," tuturnya.

Kata Deddy lagi, jika memang benar terjadi penumpukan barang bawaan dari pekerja migran, merupakan kesalahan Kepala BP2MI yang tidak melakukan sosialisasi dan akhirnya merugikan para pejuang devisa.

"Ini lebih kepada ketidakmampuan Kepala BP2MI memimpin lembaganya, akhirnya coba mengaburkan dengan menyalahkan kementerian dan lembaga yang lain," tandasnya.

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Fahira Idris Dukung Pelarangan Medsos Buat Anak di Bawah 16 Tahun

Minggu, 08 Maret 2026 | 01:58

UPDATE

Olah TKP Freeport

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:16

Rismon Rela Dianggap Pengkhianat daripada Menyembunyikan Kebenaran

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:14

Bandung Dalam Diplomasi Konfrontasi dan Kemunafikan Diplomasi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:05

Roy Suryo Tegaskan Permintaan Maaf Rismon ke Jokowi Bersifat Pribadi

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:00

KPK Panggil Pengusaha James Mondong dalam Kasus Suap Impor di Bea Cukai

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:54

Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:47

EMAS Rampungkan Fase Konstruksi, Fokus Kejar Target Produksi

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:40

DPR Jangan Pilih Lagi Anggota KPU yang Tak Profesional!

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:29

Kapolri dan Panglima TNI Pantau Pelabuhan Merak Via Helikopter

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:23

Trump Yakin Pemimpin Baru Iran Masih Hidup tapi Terluka Parah

Jumat, 13 Maret 2026 | 13:17

Selengkapnya