Berita

Airlangga Hartarto saat memberikan sambutan pada acara Buka Puasa Bersama Pengajian Al-Hidayah & Himpunan Wanita Karya (HWK)/RMOL

Politik

SDM Unggul Penting agar Indonesia Lepas dari Middle Income Trap

MINGGU, 07 APRIL 2024 | 21:23 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) unggul sangat penting, untuk melepaskan Indonesia dari jeratan middle income trap yang mampu menggoyang pertumbuhan ekonomi domestik.

Pernyataan itu disampaikan Menko Perekonomian yang juga Ketua Umum Partai Golkar, Airlangga Hartarto, ditemui di Hotel Le Meridien, Jakarta Pusat, Minggu (7/4).

"Ke depan kita terus mendorong Indonesia melalui tiga engine pertumbuhan," katanya, dalam sambutan acara Buka Puasa Bersama Pengajian Al-Hidayah & Himpunan Wanita Karya (HWK).


Tiga mesin yang mendorong ekonomi nasional lebih baik, kata dia, pertama, mesin konvensional, termasuk hilirisasi. Kedua, ada mesin artificial intelligence dan digital.

"Mesin baru yang namanya artificial intelligence, memanfaatkan teknologi tinggi, termasuk di dalamnya bioteknologi dan komoditas digital yang namanya semiconductor," jelasnya.

Kunci penting dari mesin-mesin itu, katanya lagi, adalah sumber daya manusia. Pasalnya, kehebatan teknologi tetap tergantung pada insinyur yang membuatnya.

Mesin terakhir adalah perlindungan sosial. Menurut Airlangga, jangan sampai ada masyarakat yang tertinggal, dan mesin itu bernama Pancasila.

"Mesin Pancasila ini yang sering kita sebut, kalau di barat namanya welfare state, negara kesejahteraan. Dengan program perlindungan sosial yang berlapis, kita pastikan bahwa pemerintah peduli kepada masyarakat sesuai amanat UUD 1945 Pasal 34," urainya.

Dia juga menegaskan, ketiga mesin itu harus ditata, untuk pertumbuhan Indonesia ke depan. Itulah, kata dia, alasan Partai Golkar mendukung pasangan Prabowo-Gibran.

"Program ke depan pasangan itu adalah investasi SDM, antara lain makanan gratis bagi siswa SD, SMP dan lainnya. Dengan demikian tidak ada lagi masyarakat yang kurang gizi, tidak ada lagi stunting, karena gizi untuk ibu-ibu juga ikut diintervensi dari awal," tutupnya.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya