Berita

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kota Cimahi, Mohammad Dwihadi Isnalini/RMOLJabar

Nusantara

Lonjakan Kasus DBD di Cimahi Bikin Stok Kantong Darah Menipis

JUMAT, 29 MARET 2024 | 18:26 WIB | LAPORAN: AGUS DWI

Sebanyak 254 kasus demam berdarah dengue (DBD) terjadi di Kota Cimahi, Jawa Barat. Masyarakat pun diimbau untuk terus menjaga kondisi lingkungan agar tidak menjadi sarang nyamuk.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi, Mohammad Dwihadi Isnalini menilai, informasi terkait Program Jumantik bagi guru-guru PAUD, SD, dan SMP sangatlah penting di tengah kondisi yang kerap dilanda hujan, mulai dari intensitas kecil hingga lebat.

"Program ini sangat penting untuk memberi informasi kepada orang tua untuk melatih anak-anak mereka dalam memeriksa jentik di rumah," ucap Dwihadi, diwartakan Kantor Berita RMOLJabar, Jumat (29/3).


Senada, Kadinkes Kota Cimahi, Mulyati mengatakan, peningkatan kasus DBD di Kota Cimahi telah berdampak terhadap menipisnya stok darah. Bahkan menyebabkan kelangkaan persediaan stok darah.

"Ketersediaan kantong darah di UTD RSUD Cibabat semakin menipis akibat minimnya pendonor darah selama bulan Ramadan," ungkap Mulyati saat dihubungi, Jumat, (29/3).

Kondisi tersebut dibenarkan Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Cimahi, Fitriani Manan. Menurutnya, selama Ramadan kegiatan donor darah cenderung lebih sepi.

"Dengan begitu, tentunya berpotensi memperpanjang masalah ketersediaan kantong darah. Memang, selama Ramadan cenderung menurun untuk stok darah tapi nanti biasanya setelah Ramadan kembali meningkat," ujarnya.

Dibeberkan Fitriani, PMI Kota Cimahi belum mengelola kantong darah. Ketika terjadi kebutuhan darah, pihaknya biasanya berkoordinasi dengan Korps Sukarelawan (KSR) dan pihak lainnya.

"Karena kondisi ya, tapi kami memiliki jaringan kerja sama dengan Kelompok Studi Remaja (KSR) dan pihak lainnya untuk mencari dan membantu siapa pun yang membutuhkan," tandasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya