Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Pelita Air Sediakan 273 Ribu Kursi Penerbangan selama Periode Lebaran

KAMIS, 28 MARET 2024 | 22:26 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pelita Air menyiapkan 273 ribu kursi penerbangan selama periode angkutan lebaran pada 3 hingga 18 April 2024.

Vice President Corporate Secretary  PT Pelita Air Service, Agdya Pratami Putri Yogandari, mengatakan hal ini dilakukan untuk mendukung kelancaran angkutan Lebaran 2024 yang diprediksi oleh Kementerian Perhubungan akan mengalami peningkatan penumpang sebesar 12 persen dibanding tahun lalu.

“Pelita Air siap mendukung dan mensukseskan kelancaran angkutan lebaran yang selamat, aman, dan nyaman pada tahun ini dengan melakukan beberapa upaya strategis. Salah satunya dengan menyediakan 273 ribu kursi penerbangan pada periode angkutan Lebaran 2024,” kata Agdya Pratami Putri Yogandari dalam pernyataannya pada Kamis (28/3).


Peningkatan kapasitas penerbangan diharapkan dapat memberikan masyarakat pilihan penerbangan yang mengutamakan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan, serta tepat waktu, serta harga tiket yang tetap terjangkau.

Selain menambah kursi, Pelita Air juga menambahan frekuensi penerbangan untuk rute Balikpapan-Surabaya mulai 3 April mendatang. Juga ada penambahan penerbangan (extra flights) pada rute Jakarta-Padang-Jakarta, rute Jakarta-Denpasar-Denpasar dan rute Jakarta-Yogyakarta-Jakarta.

Selain itu, Pelita Air juga akan menambah rute baru pada periode angkutan Lebaran ini yaitu rute Jakarta-Aceh-Jakarta dan Jakarta-Kendari-Jakarta.

Dalam mengantisipasi peningkatan penumpang pada periode angkutan Lebaran 2024 ini, Pelita Air didukung dengan petugas operasional dan pelayanan terlatih dan profesional yang menjunjung tinggi prinsip safety, security, services, and compliance (3S 1C) sehingga diharapkan dapat sigap dalam menghadapi segala kondisi dan situasi di lapangan.

Untuk memberikan layanan penerbangannya, Pelita Air mengoperasikan total 11 pesawat Airbus A320. Pada tiap penerbangan, penumpang mendapatkan makanan ringan (snack), minuman, dan bagasi gratis 20 kg.

Untuk semakin meningkatkan kenyamanan, pelanggan dapat mengakses aplikasi mobile Pelita Air yang dilengkapi berbagai macam fitur yang memudahkan masyarakat membeli tiket penerbangan, membeli tambahan kuota bagasi, memilih tempat duduk, kemudahan pembayaran melalui kartu kredit dan virtual account, melakukan mobile check-in, terkoneksi langsung dengan agen layanan pelanggan “Starla”, terkoneksi dengan fasilitas hiburan dalam pesawat (wireless inflight entertainment) “Starlight”, dan informasi produk Pelita Air.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya