Berita

Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng/Net

Publika

Soal Kecurangan SPBU, Kembalikan ke Botol

SELASA, 26 MARET 2024 | 21:06 WIB | OLEH: SALAMUDDIN DAENG

SIDAK yang dilakukan Mendag ke pom bensin adalah pukulan telak bagi uji kejujuran para pedagang bensin alias pemilik pom bensin. Hasil sidak ini cukup mengerikan karena 4 pom bensin langsung disegel karena curang.

Wah ngeri. Sehari bisa menutup empat.

Apa pun konsekuensinya terhadap nama baik pom bensin, apa yang dilakukan Mendag sudah bagus. Tapi kalau bisa bukan cuma segel, tapi jalan keluarnya juga harus tepat, sehingga konsumen BBM tidak tertipu dan tertipu lagi.


Sebetulnya ada yang lebih canggih langsung dijual dalam botol, jerigen, atau ukuran yang lebih besar. Sebab kalau dijual botolan, kita tahu sebenarnya berapa yang masuk ke dalam tangki kendaraan kita. Tapi kalau penjualan model sekarang, yang terlihat cuma putaran angka.

Pembeli BBM sampai kiamat enggak akan pernah tahu, apalagi yakin bahwa benar BBM yang masuk ke dalam tangki kendaraannya sejumlah yang tertera pada angka di pom bensin tanpa berkurang atau bertambah satu tetes pun.

Konon katanya angka-angka tersebut datang dari putaran di dalam mesin pom bensin. Putaran ini didorong oleh bensin yang keluar. Jadi zat cair yang mendorong. Tapi bisakah ia juga berputar karena didorong angin?

Di ruang tertutup bisa saja terjadi. Jadi yang keluar dari pom bensin dan masuk ke dalam tangki kendaraan kita ada banyak anginnya. Bisa saja angka yang tertera tidak sesuai bensin yang keluar. Yang keluar bensin campur kentutnya bensin.

Teknik penjualan botolan atau timbang BBM di tempat disaksikan oleh penjual dan pembeli secara kasat mata bisa mengakhiri kecurigaan yang berkembang.

Kita sebagai konsumen juga kadang kita merasa berdosa setiap isi BBM kok rasanya tidak sesuai antara jumlah uang yang keluar dengan jumlah BBM yang masuk.

Namanya main perasaan. Kalau lagi kere sudah pasti terasa seperti dicurangi pemilik pom bensin. Tapi kalau lagi banyak uang ya sudah biarkan, bukan rezeki kita. Jadi cara penjualan BBM sekarang membuat konsumen berprasangka buruk dan itu rasanya adalah dosa.

Kembalilah ke Botol

Banyak isu beredar katanya kecurangan di pom bensin bisa disengaja, bisa juga tidak disengaja. Bisa karena pemilik memang ingin untung dengan cara curang, namun juga bisa karena peralatan pom bensinnya sudah usang. Masalah semacam ini tidak bisa diatasi digitalisasi pom bensin versi Pertamina.

Sekarang jalan keluar mengakhiri saling curiga adalah teknik botol. Dengan botol transparan ini akan sangat aman dan mudah-mudahan sesuai syariah, yakni penjual dan pembeli tahu persis dan yakin dengan transaksinya tanpa curiga yang menjadi dosa.

Jadi sebelum BBM dituang ke tangki mobil ada dua tahap. Tahap satu tuang BBM ke botol yang transparan kelihatan setiap mililiternya, setelah yakin melihat maka dituang ke mobil.

Supaya lebih meyakinkan sediakan timbangan di setiap pom bensin. Jadi berat mobil saat masuk pom bensin ditimbang. Saat keluar ditimbang lagi. Selisihnya itulah berat BBM yang masuk.

Ngeri loh mengurangi timbangan, dunia akhirat repot.

Penulis adalah Peneliti Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI)

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Muhammadiyah Himpun Rp6 Miliar untuk Korban Gempa NTT, Rp3,4 Miliar Telah Disalurkan

Sabtu, 05 September 2026 | 10:18

Emas Antam Ambruk Rp30.000, Termurah Dibanderol Rp1,3 Juta

Sabtu, 05 September 2026 | 09:19

Banding Kasus Penyiraman Air Keras, Hukuman Dua Pelaku Diringankan

Sabtu, 05 September 2026 | 08:50

Hari Pelanggan Nasional 2026, Pertagas Perkuat Layanan dan Keandalan Energi

Sabtu, 05 September 2026 | 08:14

112 Tersangka Kasus Karhutla Sudah Ditangkap, 55 Perkaran Dilidik

Sabtu, 05 September 2026 | 07:41

RUU Perampasan Aset Potensial Menjarah Aset Seluruh Rakyat

Sabtu, 05 September 2026 | 06:46

112 Tersangka Kasus Karhutla Ditangkap, Terbanyak di Riau

Sabtu, 05 September 2026 | 06:34

Muhammadiyah Layani Penyintas Gempa NTT

Sabtu, 05 September 2026 | 06:17

JHL Foundation Beri Beasiswa Kelapa untuk 100 Mahasiswa UBB

Sabtu, 05 September 2026 | 06:02

Operasi Modifikasi Cuaca Dioptimalkan di Kalbar dan Kalteng

Sabtu, 05 September 2026 | 05:52

Selengkapnya