Berita

CEO Buimerc Corporation Ltd. Siddharth Balachandran.

Global

Pengusaha India Sumbang Rp 43 M untuk Pendidikan Dunia

SENIN, 25 MARET 2024 | 05:22 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Seorang pengusaha dari India tengah jadi pembicaraan setelah ia menyumbangkan dana yang cukup besar untuk membantu pendidikan anak-anak kurang mampu di seluruh dunia.

Pengusaha itu, Siddharth Balachandran, menyumbangkan uang sebesar 10 juta dirham atau setara Rp 43 miliar.

Siddharth Balachandran adalah CEO Buimerc Corporation Ltd. Ia menyumbangkan uang tersebut untuk kampanye The Mother's Endowment yang diluncurkan oleh wakil presiden, perdana menteri, dan penguasa Dubai Sheikh Mohammed bin Rashid Al Maktoum untuk menghormati para ibu dengan mendirikan dana abadi senilai satu miliar AED. Dana abadi itu untuk mendukung pendidikan di tingkat global.


Tahun lalu Balachanran mendapatkan anugerah Pravasi Bhatriya Samman Award dan diakui sebagai dermawan dan tokoh terkemuka di kalangan bisnis dan sosial UEA. Dia adalah pendiri Klub India di Dubai dan Gubernur Pelindung Klub Sosial dan Budaya India di Abu Dhabi.

Balachandran mengajak masyarakat untuk berdonasi atas nama ibu mereka agar dana yang terkumpul dapat digunakan untuk mendidik jutaan orang di seluruh dunia.

Dia berterima kasih kepada Syekh Mohammed bin Rashid atas kesempatannya membantu merayakan kemurahan hati para ibu.

Dia mengatakan bahwa dia senang mengetahui bahwa dana tersebut akan menjangkau komunitas kurang mampu di seluruh dunia, dan membantu ibu mereka.

“Selain itu, sebagai warga negara India yang tinggal di UEA, ini adalah kesempatan bagi saya untuk menunjukkan niat baik antara kedua negara besar ini,” ujarnya. Saat mengundang orang-orang untuk berdonasi, beliau berkata, “Datang dan mainkan peran Anda dalam mengangkat masyarakat miskin dan terpinggirkan di dunia.

Kampanye The Mother's Endowment sangat penting mengingat jutaan orang di seluruh dunia menjalani kehidupan yang sulit, dimana akses terhadap pendidikan dan pelatihan tidak memungkinkan. Dana abadi ini akan memainkan peran kunci dalam memberdayakan mereka untuk meningkatkan realitas mereka melalui pendidikan.

Bertepatan dengan bulan suci Ramadhan, kampanye ini bertujuan untuk menanamkan nilai rasa hormat, kebaikan, kasih sayang, dan solidaritas orang tua kepada seluruh masyarakat, serta memperkuat karakter kemanusiaan UEA.

Hal ini juga mempromosikan konsep dana abadi sebagai alat pembangunan yang menjamin filantropi berkelanjutan dan mendukung upaya global untuk pembangunan berkelanjutan.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya