Berita

Mustafa Suleyman, salah satu pendiri startup kecerdasan buatan DeepMind/Net

Tekno

Perkuat Lini AI, Microsoft Rekrut Pendiri DeepMind Mustafa Suleyman

RABU, 20 MARET 2024 | 15:10 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Microsoft kembali menunjukkan keseriusannya untuk semakin memperkuat lini teknologi kecerdasan buatan. Baru-baru ini, Microsoft merekrut Mustafa Suleyman, salah satu pendiri startup kecerdasan buatan DeepMind yang diakuisisi Google pada tahun 2014, untuk memimpin inisiatif Copilot AI.

Diumumkan Selasa (19/3) oleh perusahaan, Suleyman akan menjabat sebagai wakil presiden eksekutif dan CEO divisi baru bernama Microsoft AI, yang bertanggung jawab langsung kepada CEO Microsoft Satya Nadella.

Kepindahan dari DeepMind juga dikonfirmasi langsung Suleyman di akun X pribadinya.


"Saya sangat bersemangat untuk mengumumkan bahwa hari ini saya bergabung Microsoft sebagai CEO Microsoft AI," tulisnya seperti dikutip dari Engadget, Rabu (20/3).

"Saya akan memimpin semua produk dan penelitian AI konsumen, termasuk Copilot, Bing, dan Edge," lanjutnya.  

Suleyman juga mengatakan bahwa dia akan bekerja bersama Kepala Ilmuwan dan salah satu pendiri Inflection AI Karen Simonyan di divisi baru Microsoft tersebut.

Suleyman mendirikan DeepMind pada 2010, empat tahun sebelum Google membeli startup AI Inggris-Amerika tersebut dengan nilai yang dilaporkan antara 400 juta dolar AS dan 650 juta dolar AS.

Suleyman meninggalkan DeepMind pada tahun 2019 untuk bergabung dengan Google. Tiga tahun kemudian, dia keluar untuk menjadi salah satu pendiri Inflection AI.

“Saya mengenal Mustafa selama beberapa tahun dan sangat mengaguminya sebagai pendiri DeepMind dan Inflection, dan sebagai seorang visioner, pembuat produk, dan pembangun tim perintis yang mengejar misi yang berani,” tulis Nadella dalam postingan blog Microsoft.

CEO tersebut menggambarkan ekspatriat Inflection yang masuk sebagai beberapa insinyur, peneliti, dan pembangun AI paling berprestasi di dunia.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya