Berita

Dok Foto/Net

Bisnis

Keberadaan Cold Storage Bantu Stabilkan Harga Ikan

SELASA, 19 MARET 2024 | 13:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketersediaan serta kestabilan harga ikan terus terjamin pada bulan Ramadan ini.

Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo menyebut bahwa keberadaan cold storage (CS) di berbagai daerah berhasil membantu menampung dan mendistribusikan ikan hasil tangkapan nelayan termasuk selama Ramadan.

"Alhamdulillah kondisi perdagangan ikan berjalan baik, terutama di bulan Ramadhan ini," ujar Budi dalam keterangannya, Selasa (19/3).


Adapun video yang beredar di sosial media terkait ikan di cold storage di daerah Pati, Jawa Tengah, Budi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada bulan Januari 2024 pada saat puncak hasil tangkapan dengan tingkat okupansi cold storage mencapai 80-90 persen.  

Saat ini berdasarkan hasil pendataan di wilayah tersebut dari 11 unit cold storage terdapat 1.060 ton yang didominasi ikan layang 704 ton, ikan lemuru 51 ton, ikan tongkol 30 ton dan ikan kembung 9 ton.  

“Jumlah tersebut  menunjukkan bahwa tingkat keterisian cold storage di daerah Pati pada awal Maret rata-rata mencapai 45-50 persen.  Adapun dari sisi harga relatif mengalami kenaikan menuju harga normal dan selanjutnya diperkirakan fluktuasinya akan berada pada distribusi normal,” jelasnya.

Selain itu, berdasarkan data yang dihimpun jajarannya dari 232 cold storage yang ada di berbagai provinsi di Indonesia, Budi menyebut stok ikan pada akhir Februari 2024 berjumlah 32.359 ton.

Stok ikan terbanyak adalah ikan Cakalang sebanyak 8.012 ton, diikuti Tuna 3.585 ton udang 3.516 ton, layang  2.806 ton Kemudian Tongkol 1.605 ton, dan Kembung 1.340 ton.

"Keberadaan cold storage sangat penting untuk menjaga ketersediaan ikan, termasuk juga dalam hal pengendalian harga," tuturnya.

Budi memaparkan, rata-rata harga ikan sudah naik dibanding bulan Januari. Dia menyontohkan  harga Cakalang pada bulan Februari adalah Rp19.019/kg, tuna Rp96.152/kg, udang Rp92.651/kg, layang Rp15.727/kg, tongkol Rp17.755/kg, dan kembung Rp22.456/kg.

Merujuk pendataan tersebut, Budi menyimpulkan stok ikan mencukupi atau aman untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat selama bulan Ramadan.

"Dengan jumlah tersebut, artinya stok ikan di Bulan Ramadan aman. Termasuk juga untuk stok bahan baku UPI (unit pengolah ikan) yang melakukan ekspor," terang Budi.

Dalam kesempatan ini, Budi mengajak masyarakat untuk menggunakan ikan sebagai asupan protein selama berpuasa. Selain menyehatkan, harganya stabil dan stok yang tercukupi, ikan juga mudah diolah jadi beragam menu, baik kaki lima hingga bintang lima.Ikan bisa jadi menu sahur atau berbuka, mau yang biasa atau pun mewah juga bisa," tutupnya.

Kepada para pelaku usaha yang menyimpan ikan di cold storage, Budi menghimbau agar kontinu dan aktif secara bulanan atau sewaktu-waktu untuk melakukan pemutakhiran data okupansinya melalui G-form yang telah diberikan dari Ditjen PDSPKP.  

Hal tersebut penting dalam upaya bersama memantau dan menjaga ketersediaan dan stabilitas harga ikan di sepanjang tahun untuk ketahanan pangan berbasis ikan.

"Ikan bisa jadi menu sahur atau berbuka, mau yang biasa atau pun mewah juga bisa," tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan peningkatan angka konsumsi ikan erat kaitannya dengan pemenuhan gizi masyarakat. Termasuk juga membantu kesejahteraan pelaku utama perikanan, seperti nelayan dan pembudidaya.   

“Ini sebagai satu pesan untuk peningkatan gizi, supaya gizi masyarakat meningkat dengan mengonsumsi ikan. Karena ikan ini bisa kita produksi di dalam negeri sendiri,” kata Menteri Trenggono.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya