Berita

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3)/RMOL

Politik

Menag Tegaskan Anggaran Isbat Sepadan dengan Upaya Mendamaikan Umat

SENIN, 18 MARET 2024 | 19:42 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas menjawab kritikan terkait penyelenggaraan Sidang Isbat yang menelan anggaran negara yang tidak sedikit.

Menurutnya, besarnya anggaran negara untuk Sidang Isbat menentukan awal Ramadan, Syawal, hingga Dzulhijjah itu masih worth it atau sepadan dengan upaya mendamaikan perbedaan yang ada Indonesia. Sebab, mendamaikan segala macam perbedaan itu sangatlah mahal harganya.

“Soal konsekuensi anggaran seberapa besar sih yang digunakan untuk Sidang Isbat? Kalau dikatakan besar, disebut nilainya nggak? Apalah itu nilai yang dikeluarkan dalam Sidang Isbat," kata Gus Yaqut kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (18/3).


"Itu worth it atau tidak sih dengan usaha untuk memperdamaikan perbedaan yang ada? Tidak menyamakan loh ya, memperdamaikan perbedaan-perbedaan yang mungkin muncul, menurut saya worth it,” tambahnya menegaskan.  

Yaqut menuturkan, Sidang Isbat sangat bagus untuk mendamaikan segala perbedaan ikhtilaf satu kelompok dengan kelompok lainnya di Indonesia.

“Karena kita tahu kita ini, majemuk, negara kita ini majemuk dan pilihan-pilihan ekspresi keagamaan pun macem-macem, maka ada Sidang Isbat sebagai salah satu cara untuk menengahi segala perbedaan yang terjadi, dan itu bagus,” pungkasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya