Berita

Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi/Ist

Politik

Rakyat Wajib Tolak Kenaikan PPN 12 Persen

MINGGU, 17 MARET 2024 | 18:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Pemerintah dinilai memukul rakyat atas rencana menaikkan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen, 2025 nanti. Padahal tugas pemerintah mensejahterakan rakyat, bukan membuat menderita.

Begitu disampaikan Direktur Gerakan Perubahan, Muslim Arbi, menanggapi rencana pemerintah menaikkan PPN menjadi 12 persen pada 2025 nanti.

"Rencana kenaikan PPN 12 persen itu jelas sangat memukul rakyat. Pilpres itu untuk mendapatkan mandat rakyat, lalu kenapa rakyat disakiti dengan PPN 12 persen?" kata Muslim kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (17/3).


Apalagi, sambung dia, kenaikan PPN menjadi 12 persen bakal terlaksana pada pemerintahan yang baru. Seharusnya yang berhak menaikkan PPN pemerintahan setelah Joko Widodo.

"Kenapa gegabah dinaikkan, padahal itu porsi pemerintahan baru. Dengan menaikkan PPN 12 persen, maka klaim membaiknya perekonomian patut dipertanyakan. Kalau ekonomi membaik, kenapa PPN harus naik sampai 12 persen," dia balik bertanya.

Dia juga menilai, rencana naiknya PPN 12 persen membuktikan kegagalan pemerintah Jokowi yang selama ini mengklaim ekonomi membaik.

"Itu bukti ekonomi selama ini memburuk, sehingga untuk menutup lobang-lobang pendapatan negara, akhirnya menaikkan PPN jadi 12 persen. Maka rakyat wajib menolak, karena tujuan bernegara untuk mensejahterakan rakyat justru dilanggar rezim," pungkas Muslim.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya