Berita

Momen kebersamaan Bobby Nasution dan Musa Rajekshah/Ist

Politik

Dibanding Bobby, Warga Medan Lebih Pilih Ijeck Maju Pilgub Sumut 2024

JUMAT, 15 MARET 2024 | 20:33 WIB | LAPORAN: JONRIS PURBA

Perhelatan Pilgub yang akan digelar November 2024 di Sumut dan seluruh daerah di Indonesia mulai jadi pembicaraan. Isu siapa yang akan maju dan diusung oleh partai politik semakin menjadi pegunjingan.

Beberapa tokoh yang ramai disebut akan maju menjadi calon yakni Bobby Nasution. Menantu Presiden Joko Widodo yang kini menjabat Wali Kota Medan itu ramai diisukan bakal ‘naik kelas’.

Nama lain yang juga ramai disebut akan maju adalah mantan Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi. Ia diprediksi akan menjadi incumben.


Satu nama terakhir yang diperbincangkan adalah Musa Rajekshah yang akrab disapa Ijeck. Mantan wakil dari Edy Rahmayadi ini juga semakin ramai disebut akan maju mengingat Airlangga Hartarto langsung menugasinya untuk maju. Raihan suara partai Golkar yang sangat signifikan pada Pemilu 2024, dinilai menjadi prestasi yang membuatnya layak maju menjadi calon gubernur.

Persoalannya, sebelum pemilu lalu, Golkar juga sudah menyebutkan nama Bobby Nasution sebagai sosok yang akan mereka usung.

Beberapa warga menyebutkan dari nama Bobby dan Musa Rajekshah, maka sosok Musa Rajekshah lebih layak untuk maju Pilgubsu 2024.

“Bang Ijeck itu bekerja buat Partai Golkar. Dana, tenaga, jaringan dan lain-lain dikerahkan untuk partai. Masa iya Airlangga mau buang begitu saja? “ demikian disampaikan salah seorang warga di Medan, Ahmad Maulana, Jum’at (15/3).

Maulana menyebut, Golkar harusnya tidak punya pilihan selain mendorong Ijeck maju di Pilgub Sumut. Apalagi surat tugas sudah diberikan kepada Ijeck. Sedangkan Bobby Nasution mereka harapkan untuk melanjutkan program pembangunannya di Kota Medan.

“Yang ideal Bobby itu harusnya lanjutkan periode kedua menjadi Wali Kota Medan. Belum pada beres itu kerja dia di Medan. Lagi pula kalau Bobby tetap mau jadi Gubernur maka kebencian orang kepada keluarga Jokowi akan bertambah. Masa iya sih semua anak dan mantu maju di berbagai tempat di Indonesia, kesan keluarga ini memanfaatkan kekuasaan akan semakin tertanam dalam benak penduduk Indonesia,” ujarnya.

Maulana menyarankan Ijeck untuk terus maju di Pilgub, karena dukungan publik begitu luas. Ia juga meminta Partai Golkar menghormati kader sendiri yang jelas nyata telah bekerja dan terus kerja keras membangun partai. Pak Jokowi juga akan paham kalau diberi pemahaman bahwa realitas politiknya Golkar harus mendukung Ijeck di Pilgub Sumut 2024 ini.

“Jadi memang yang terbaik itu Bobby lanjutkan periode kedua Wali Kota Medan dan Ijeck jadi Gubernur Sumut,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya