Berita

Adidas/Net

Bisnis

Adidas Terancam Bangkrut setelah Berjaya Lebih dari 30 Tahun

KAMIS, 14 MARET 2024 | 10:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Raksasa perlengkapan olahraga dan pakaian, Adidas, melaporkan kerugian terbesarnya dalam 30 tahun masa kejayaannya.

Perusahaan asal Jerman itu mencatat kerugian sebesar 75 juta euro atau setara dengan Rp1,2 triliun pada pembukuan 2023, yang dilaporkan Rabu (13/3), seperti dikutip dari AFP, Kamis (14/3).

Adidas telah berjuang untuk memperbaiki diri setelah memutuskan hubungan dengan Kanye West pada Oktober 2022, menangguhkan penjualan lini sepatu kets Yeezy yang sangat menguntungkan. Koleksi YEEZY merupakan hasil kolaborasi Adidas dengan Kanye West.


Pemutusan hubungan antara West dan Adidas dilakukan setelah rapper yang akrab dengan nama Ye itu, berkomentar anti semit di publik.

Di kuartal I 2023, Adidas sempat mengakui akan hilangnya potensi penjualan sebesar 400 juta euro setelah tidak lagi berkolaborasi dengan Yeezy dan West. Dua penjualan Yeezy pada 2023 menghasilkan 750 juta euro, jauh di bawah pendapatan 1,2 miliar euro yang dihasilkan logo tersebut pada tahun 2022.

Adidas bukan perusahaan pertama yang memutus hubungan dengan Ye. The Gap, Balenciaga, dan beberapa perusahaan lainnya juga mengakhiri hubungan dan kesepakatan merek mereka dengan rapper tersebut.

Saham Adidas saat ini datar di pembukaan. Namun, Adidas memperkirakan bisnis utamanya, tidak termasuk Yeezy, akan meningkat pada tahun ini, dengan pertumbuhan dua digit di paruh kedua.

Perusahaan itu bertaruh bahwa mereka dapat merebut kembali pangsa pasar dari para pesaingnya bahkan ketika selera konsumen secara keseluruhan terhadap pakaian olahraga menurun.

Pesaingnya, Nike, bulan lalu mengatakan akan memangkas 2 persen dari total tenaga kerjanya, atau lebih dari 1.600 pekerja, untuk mengurangi biaya ketika permintaan melemah.

Di Amerika Utara, pasar terbesar kedua Adidas, penjualan menurun. Stok barang masih menumpuk. Di China, Adidas menaruh harapan dengan pertumbuhan penjualan sebesar dua digit setelah kenaikan sebesar 8 persen pada akhir tahun 2023.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

UPDATE

Jaga Produktivitas dan Kelestarian, Agrinas Palma-BNPB Sinergi Tangkal Karhutla

Selasa, 03 November 2026 | 14:10

Kerja Sama Korea-Indonesia Perkuat Transformasi Digital Koperasi

Selasa, 03 November 2026 | 14:06

Gibran Selalu Dibela Mati-matian oleh Barisan Pendukungnya

Selasa, 03 November 2026 | 14:01

KPK Lepas Dua Pejabat Asal Kejagung, Mungki Hadipratikto Bakal Bertugas di BGN

Selasa, 03 November 2026 | 14:00

Babak Baru Piala Asia 2027, Alasan dan Jadwal Terbaru Penundaan Turnamen

Selasa, 03 November 2026 | 13:56

Kemlu Benarkan Dua WNI Tewas Saat Memancing di Jepang

Selasa, 03 November 2026 | 13:49

Fraksi Gerindra Belum Bersikap soal Putusan MA terkait Gibran

Selasa, 03 November 2026 | 13:45

Ketua KPK Pastikan Dalam Waktu Dekat Panggil Nusron Wahid

Selasa, 03 November 2026 | 13:35

PKS Minta Pemerintah Bebaskan PPN Produk Pembalut

Selasa, 03 November 2026 | 13:29

Soal Boikot Raffi Ahmad, Sosiolog Ingatkan Tanda Kehancuran Negara Bersumber dari Internal

Selasa, 03 November 2026 | 13:11

Selengkapnya