Berita

Capres-Cawapres Nomor Urut 1, Anies-Baswedan-Muhaimin Iskandar/Ist

Politik

Suara Amin Paling Rendah dari Hasil Rekap di 7 Provinsi, Ini Rinciannya

SELASA, 12 MARET 2024 | 15:43 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perolehan suara pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 1, Anies-Baswedan-Muhaimin Iskandar tak signifikan dibanding dua pasangan calon lainnya, berdasarkan hasil rekapitulasi suara tingkat nasional di 7 provinsi.

Kantor Berita Politik RMOL
merangkum hasil rekapitulasi suara di 7 provinsi tersebut yang digelar Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI), sejak Sabtu (9/3) hingga Senin kemarin (11/3).

Tujuh provinsi yang telah selesai dilakukan rekapitulasi suara tingkat nasional untuk pemilihan presiden dan wakil presiden (Pilpres) 2024, di antaranya tersebar pada Pulau Jawa dan Pulau Sumatera 2 provinsi, serta Pulau Sulawesi, Kalimantan dan Bali masing-masing 1 provinsi.


Provinsi-provinsi tersebut antara lain Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Lampung, Gorontalo, Kalimantan Tengah, dan Bali.

Dari 7 provinsi itu, pasangan Anies-Muhaimin atau yang biasa dikenal dengan singkatan Amin perolehan suaranya tidak sebanyak pasangan nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dan pasangan nomor urut 3 Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Amin mencatat perolehan angka paling kecil yaitu hanya 5.735.343. Sementara, suara Prabowo-Gibran mencatat perolehan suara hingga 23.626.052. Adapun pasangan Ganjar-Mahfud memperoleh suara dua kali lipat lebih banyak, yaitu 11.267.152.

Kendati begitu, Amin masih tetap unggul di 4 provinsi dari pasangan Ganjar-mahfud yang antara lain di Lampung, Sumatera Selatan (Sumsel), Kalimantan Tengah (Kalteng), Gorontalo.

Berikut ini rincian perolehan suara 3 pasangan capres-cawapres di 7 provinsi yang selesai dilakukan rekapitulasi suara tingkat nasional:

DIY

1. Anies-Muhaimin: 496.280

2. Prabowo-Gibran: 1.269.265

3. Ganjar-Mahfud: 741.220 (suara)

Gorontalo

1. Anies-Muhaimin: 227.354

2. Prabowo-Gibran: 504.662

3. Ganjar-Mahfud:  41.508

Kalteng

1. Anies-Muhaimin: 256.811

2. Prabowo-Gibran: 1.097.070

3. Ganjar-Mahfud: 158.788

Bali

1. Anies-Muhaimin: 99.233

2. Prabowo-Gibran: 1.454.640

3. Ganjar-Mahfud: 1.127.134

Sumsel

1. Anies-Muhaimin: 997.299

2. Prabowo-Gibran: 3.649.651

3. Ganjar-Mahfud: 606.681

Lampung

1. Anies-Muhaimin: 791.892

2. Prabowo-Gibran: 3.554.310

3. Ganjar-Mahfud: 764.486

Jateng

1. Anies-Muhaimin: 2.866.373

2. Prabowo-Gibran: 12.096.454

3. Ganjar-Mahfud: 7.827.335.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya