Berita

Pembacaan hasil penghitungan perolehan suara partai politik oleh Ketua KPU DIY, Ahmad Shidqi, dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Tingkat Nasional, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (9/3)/RMOL

Politik

Hasil Rekap KPU RI, PDIP Kantongi Suara Terbanyak di DIY, Gerindra di Bawah Golkar

SABTU, 09 MARET 2024 | 19:49 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Perolehan suara partai politik (parpol) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah resmi disahkan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia (KPU RI).

Hasil pemilihan di DIY tersebut dibacakan Ketua KPU DIY Ahmad Shidqi, dalam Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Hasil Penghitungan Perolehan Suara Tingkat Nasional untuk Provinsi, di Kantor KPU RI, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu siang (9/3).

"Jumlah pengguna hak pilih (di DIY untuk pemilihan legislatif/pileg) 2.523.586," ujar Shidqi.


Selanjutnya, Shidqi menyebutkan satu persatu perolehan suara 18 parpol nasional yang memperebutkan 580 kursi di DPR RI.

Namun berdasarkan hasil hitung-hitungan Kantor Berita Politik RMOL, jumlah suara terbanyak diperoleh Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Sementara, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) yang pasangan calon presiden dan calon wakil presidennya (capres-cawapresnya) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat suara terbanyak di daerah pemilihan DIY, justru berada di bawah Partai Golongan Karya (Golkar).

Jika dirinci, PDIP memperoleh suara hingga 593.969, disusul Golkar 302.845, Gerindra 272.165, PKS 272.061, dan PKB 245.626.

Berikut ini rincian perolehan suara 18 parpol nasional di DIY:

1. PKB 245.627

2. Partai Gerindra 272.165

3. PDIP 593.969

4. Partai Golkar 302.845

5. Partai Nasional Demokrat (Nasdem) 130.830

6. Partai Buruh 15.343

7. Partai Gelombang Rakyat (Gelora) 12.732

8. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 272.061

9. Partai Kebangkitan Nusantara (PKN) 3.426

10. Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) 4.047

11. Partai Garuda 4.792

12. Partai Amanat Nasional (PAN) 198.662

13. Partai Bulan Bintang (PBB) 3.250

14. Partai Demokrat 38.421

15. Partai Solidaritas Indonesia (PSI) 71.998

16. Partai Persatuan Indonesia (Perindo) 10.234

17. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) 47.873

18. Partai Ummat 55.510.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya