Berita

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar/RMOLJabar

Nusantara

MUI Jabar Dukung Larangan Pengeras Suara Demi Kerukunan

SABTU, 09 MARET 2024 | 00:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jabar memberikan komentar atas keluarnya Surat Edaran (SE) Menteri Agama Nomor 05/2022 soal Pedoman Penggunaan Pengeras Suara di Masjid dan Mushola.

Sekretaris MUI Jabar, Rafani Akhyar mengatakan SE tersebut bukan larangan penggunaan pengeras suara. Namun hanya mengatur volume pengeras suara.

“Saya kira itu kan bukan berarti pembatasan ya itu, pengaturan ya, demi untuk menciptakan kenyamanan kerukunan, intinya itu sebetulnya,” ujar Rafani di Kantor MUI Jabar, Kota Bandung, dikutip Kantor Berita RMOLJabar Jumat (8/3).


Lebih lanjut dirinya menjelaskan, hal itu didasarkan agar tercipta kerukunan di lingkungan masyarakat. Pasalnya tidak setiap wilayah semua beragama Islam.

“Karena di lingkungan sebuah masjid kan tidak semuanya muslim ya, mungkin kalau di daerah tapi kalau di kota kan. Nah jadi supaya tercipta kerukunan keharmonisan kan itu tidak dibatasi sebetulnya,” lanjutnya.

Disinggung sikap MUI Jabar atas keluarnya SE tersebut, Rafani menyebut pihaknya tidak mempersoalkan. Sebab keputusan tersebut untuk menjaga kondusifitas.

“Iya sepanjang tidak ada unsur pembatasan ya oke lah demi untuk menciptakan suasana yang rukun tadi itu gitu,” pungkas dia.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

UPDATE

Andrie Yunus Binaan Soleman Ponto

Senin, 23 Maret 2026 | 04:10

Yaqut Berpeluang Pengaruhi Saksi saat Jadi Tahanan Rumah

Senin, 23 Maret 2026 | 04:06

Ada Skenario Guncang Prabowo Lewat Dana George Soros

Senin, 23 Maret 2026 | 03:49

Pimpinan KPK Didesak Buka Suara soal Tekanan Politik terkait Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 03:13

Prabowo Telepon Erdogan-MBS saat Idulfitri

Senin, 23 Maret 2026 | 03:05

Yaqut Jadi Tahanan Rumah Benar Secara Aturan, tapi Cederai Rasa Keadilan

Senin, 23 Maret 2026 | 02:18

Kaum Flagelata dan Ekstremisme Religius di Tengah Krisis Abad Pertengahan Eropa

Senin, 23 Maret 2026 | 02:08

Alasan KPK soal Pengalihan Penahanan Yaqut Janggal

Senin, 23 Maret 2026 | 02:00

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Sahroni Kritik Polisi Slow Response Tanggapi Laporan Warga

Senin, 23 Maret 2026 | 01:22

Selengkapnya