Berita

Ilustrasi Foto/Net

Bisnis

Kebijakan Restriktif Negara Eksportir Bikin Harga Beras Melonjak

MINGGU, 03 MARET 2024 | 12:13 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Kebijakan pembatasan atau restriktif ekspor beras dari sejumlah negara membuat harga beras kian melonjak.

Hal itu disampaikan oleh pengamat pertanian Khudori tentang tingginya harga beras.

Dia mencontohkan negara India yang telah membatasi ekspor beras basmati ke seluruh dunia yang berdampak naiknya harga beras dunia terutama beras basmati.


"Dinamika global yang tercermin dari kebijakan negara-negara eksportir beras yang cenderung restriktif. Salah satunya India. India pada 20 Juli lalu menutup ekspor beras non-basmati. Dampaknya, harga beras di pasar dunia naik," kata Khudori kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/3).

"Negara-negara yang selama ini tergantung pada beras impor dari India terkena dampaknya," sambungnya.

Indonesia sendiri, kata Khudori, yang mendapatkan impor beras dari India malah diberi beras yang kurang bagus.

"Indonesia impor dari India sebagian besar dalam bentuk beras patahan (broken rice), yang sebenarnya tidak bakal terdampak langsung oleh kebijakan India," jelasnya.

Dengan adanya kebijakan restriktif oleh negara-negara eksportir, membuat harga beras di pasaran semakin tinggi.

"Tapi sentimen ini ke mana-mana. Dampak tidak langsungnya, harga beras impor di pasar dunia makin mahal," tutupnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya