Berita

Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni/Net

Politik

Suara PSI Naik Drastis, Sahroni Pertanyakan Hitungan KPU

MINGGU, 03 MARET 2024 | 11:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Kenaikan signifikan yang dialami Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam perolehan suara Pemilu 2024 pada hitungan real count KPU RI sebagaimana dipublikasi di laman resminya membuat banyak pihak terkejut.

Tercatat hingga Minggu siang (3/3) pukul 11.00 WIB, partai pimpinan Kaesang Pangarep ini tembus 3,13 persen atau total sementara suara masuk sebanyak 2.402.994 suara.

"PSI kalau bisa masuk 4 persen, itu perhitungan KPU musti tanya ulang," kata Bendahara Umum Partai Nasdem, Ahmad Sahroni lewat Instastory miliknya, Minggu (3/3).


Banyak pihak menuding bahwa kenaikan suara PSI diduga karena adanya praktik kecurangan. Diyakini banyak kalangan, ini merupakan agenda besar yang hendak dicapai Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"KPU kalau mau naikin suara salah satu partai yang mau lolos dari awal aja kali. Jangan akhir-akhir. Bawaslu jangan juga diem aja nih," ujar Sahroni.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI itu meminta agar seluruh pihak menghormati seluruh proses demokrasi yang sedang berlangsung. Jangan justru memanfaatkan kekuasaan untuk mengakali demokrasi.

"Demokrasi jangan dibuat seenak-enaknya dong, mau naik tinggal naik, mau nambah tinggal tambah," tukas Sahroni.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya