Berita

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam/Ist

Politik

Publik Curiga Ada Operasi Senyap Loloskan PSI ke Senayan

MINGGU, 03 MARET 2024 | 10:40 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kenaikan suara Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang signifikan membuat publik curiga terhadap independensi KPU dalam melakukan rekap perhitungan suara.

Bahkan, publik curiga ada operasi senyap untuk meloloskan partai yang dipimpin anaknya Presiden Joko Widodo (Jokowi) itu ke Senayan.

Hal itu disampaikan Direktur Pusat Riset Politik, Hukum dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (3/3).


"Tentu hal tersebut semakin membuat curiga terhadap independensi KPU dalam melakukan rekap perhitungan suara. Signifikansi kenaikan suara PSI membuat geger publik, karena kenaikannya sangat signifikan dan di luar nalar publik," kata Saiful.

Menurut dia, dengan naiknya suara PSI, akan menurunkan suara parpol lainnya, sehingga dapat dikatakan kenaikan angka suara PSI semakin menggerus suara parpol lainnya.

"Parpol lain tentu lumrah menaruh kecurigaan, karena dalam beberapa kali Jokowi nampak secara tidak langsung meng-endorse partai ini dengan bersama-sama dengan Kaesang dan beberapa petinggi PSI," terang Saiful.

“Jangan-jangan memang ada desain khusus untuk sengaja mempermulus PSI menuju Senayan," tegasnya.

Kecurigaan-kecurigaan tersebut kata akademisi Universitas Sahid Jakarta ini, tentu menjadi perhatian publik, karena kenaikan suara yang sangat signifikan bahkan mengalahkan parpol-parpol besar.

"Tentu ini akan menjadi perhatian tidak hanya publik, tapi juga bagi kontestan parpol lainnya, jangan-jangan memang ada operasi senyap yang dengan sengaja berkeinginan bagaimanapun caranya PSI harus masuk 4 persen, sehingga dapat dengan mudah melenggang ke Senayan," pungkas Saiful.

Kenaikan signifikan perolehan suara PSI yang saat ini sudah mencapai 3,13 persen data per hari ini, Minggu (3/3) pukul 07.00 WIB.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Kalah di PN Jakpus, Penggugat PPP Subadri-Toni Dihukum Bayar Biaya Perkara

Senin, 03 Agustus 2026 | 22:10

Prabowo Terima Medali Kehormatan dari Angkatan Bersenjata Tailan

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:34

Buru Aset TPPU Febrie Adriansyah, Tim 9 Geledah Kantor Don Ritto hingga Rumah Nurman Herin

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:30

Prabowo dan PM Tailan Bidik Nilai Perdagangan Rp359 Triliun dalam Lima Tahun

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:20

Ini Enam Perkara yang Dihentikan KPK

Senin, 03 Agustus 2026 | 21:10

Petingginya Diperiksa Kejati DKI, Peran AFPI Disorot

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:52

Indonesia-Tailan Sepakat Kembangkan TRM untuk Perangi Kejahatan Transnasional

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:49

Bawaslu Fokus Tingkatkan SDM Hadapi Tantangan Digital

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:38

Prabowo Kenang Masa Muda Bersama Raja Tailan Saat Sambut PM Anutin

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:30

Prabowo Dukung PPHN Jadi Pedoman Lintas Pemerintahan

Senin, 03 Agustus 2026 | 20:16

Selengkapnya