Berita

Tangkapan layar pertemuan virtual untuk meresmikan Komite Regional Asia Pasifik untuk Persahabatan dan Solidaritas dengan Rakyat Korea (APRCFSKP), Rabu (28/2).

Global

Logo Organisasi Persahabatan dengan Korea Utara Diubah, Peta Korea Diganti Bintang Merah

RABU, 28 FEBRUARI 2024 | 16:51 WIB | LAPORAN: SARAH MEILIANA GUNAWAN

Setelah Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara menghapuskan reunifikasi dari Konstitusi negara itu, Komite Regional Asia Pasifik untuk Reunifikasi Damai Korea (APRCPRK) pun mengubah nama menjadi Komite Regional Asia Pasifik untuk Persahabatan dan Solidaritas dengan Rakyat Korea (APRCFSKP).

Bukan hanya nama, Anggaran Dasar dan susunan pengurus juga diubah. Begitu juga logo yang selama ini menggunakan siluet Semenanjung Korea berwarna biru diubah menjadi bintang segi lima berwarna merah terang.

Perubahan nama, Anggaran Dasar, dan logo itu diputuskan dalam pertemuan yang diselenggarakan secara virtual dari Jakarta, Rabu siang (28/2).


Rapat dipimpin Direktur Sekretariat APRCFSKP Ray Ferguson dari Australia dan dihadiri 40 aktivis persahabatan dengan Korea Utara dari berbagai negara di Asia Pasifik dan juga di Eropa dan Timur Tengah.

Dalam keterangan kepada redaksi, Direktur Informasi Publik APRCFSKP Teguh Santosa dari Indonesia mengatakan, berbagai perubahan yang dilakukan itu ekspresi dukungan pada kebijakan Korea Utara menghapuskan reunifikasi dari Konstitusi negara itu.

Penghapusan reunifikasi dari Konstitusi Korea Utara disampaikan Presiden Kim Jong Un dalam pertemuan Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea pertengahan Januari lalu. Keputusan itu merupakan respon Korea Utara atas kebijakan bermusuhan Korea Selatan dan Amerika Serikat terhadap Korea Utara.

Teguh mengatakan, APRCPRK dibentuk pada 2012 lalu di Pyongyang dan merupakan gabungan dari organisasi sejenis di kawasan Asia dan Oseania. Selama ini organisasi itu aktif mengkampanyekan upaya reunifikasi Korea secara damai seperti yang sebelumnya diamanatkan Konstitusi Korea Utara, juga Konstitusi Korea Selatan.

Namun perkembangan terakhir memperlihatkan situasi yang terus memanas di kawasan dan berujung pada kekecewaan Korea Utara sehingga akhirnya menghapuskan reunifikasi dari Konstitusi.

Bukan hanya dari Konstitusi, kata reunifikasi yang digunakan berbagai instansi dan lembaga di Korea Utara juga dihapuskan. Begitu pun dengan penggunaan gambar Semenanjung Korea di berbagai logo lembaga pemerintah dan monumen-monumen serta prasasti yang banyak tersebar di Korea Utara.

“Kami sangat menyadari bahwa Republik Demokratik Rakyat Korea dalam perjalanan sejarah yang panjang ini mengupayakan reunifikasi nasional dan mengajukan kebijakan-kebijakan dan usulan-usulan yang konstruktif untuk tujuan ini dengan kemurahan hati, kesabaran yang tak kenal lelah dan upaya yang tulus, serta selalu memiliki sikap penuh kepercayaan dan kesungguhan,” ujar pimpinan sidang Ray Ferguson.

“Kami, sebagai sahabat sejati rakyat Korea, juga berdoa agar sejarah perpecahan nasional segera berakhir dengan menyelenggarakan berbagai bentuk gerakan dan acara solidaritas selama beberapa dekade terakhir untuk mendukung perjuangan rakyat Korea,” sambung Ray.

Namun sayangnya, kebijakan konfrontasi dengan Korea Utara yang dipraktikkan Amerika Serikat dan latihan perang tanpa henti yang dilakukan oleh Amerika Serikat bersama para pengikutnya dalam skala besar, dan hubungan militer antara Jepang dan Republik Korea yang dibangun atas dorongan AS menyadarkan bahwa reunifikasi Korea tidak dapat dicapai dengan upaya tulus atau kesabaran satu pihak saja.

Dalam Rencana Aksi yang dibacakan salah seorang Sekretaris APRCFSKP Javed Anshari dari Pakistan disebutkan bahwa APRCFSKP akan mempublikasikan dengan cara yang benar realitas Korea Utara yang telah meraih kemenangan demi kemenangan dengan menjunjung tinggi panji kemerdekaan dan keadilan di bawah kepemimpinan para pemimpin besar, sambil secara aktif melakukan berbagai kegiatan untuk meningkatkan persahabatan dengan rakyat Korea.

APRCFSKP juga akan segera melakukan kegiatan solidaritas untuk mendukung rakyat Korea demi membela kedaulatan dan hak pembangunan mereka, serta menjaga keamanan dan stabilitas Semenanjung Korea dan kawasan.

Terakhir, APRCFSKP secara aktif akan memberikan dukungan dan dorongan kepada Korea Utara dalam upayanya membangun negara kuat yang berorientasi pada kemakmuran dan pembangunan negara serta peningkatan kesejahteraan rakyatnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Kabakom Sebut Kebijakan Ekonomi Prabowo Makin Inklusif, Upah Buruh Naik

Jumat, 23 Oktober 2026 | 18:20

B50 jadi Andalan Presiden Prabowo Wujudkan Kemandirian Energi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:44

Antusiasme Tinggi, Pendaftaran Anugerah Jurnalistik KPU 2026 Diperpanjang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:26

Masuk PSN, Agrinas Palma Siapkan Model Pengelolaan Sawit Rakyat

Jumat, 23 Oktober 2026 | 17:20

IHSG Parkir Zona Hijau, Rupiah Nyaris Tembus Rp18.100 per Dolar AS

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:54

Kreativitas Jadi Kunci Koperasi Bertahan dan Berkembang

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:41

Menkeu Pastikan Gaji ASN Tak Lewat Kopdes

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:34

Bahlil Dikejar Deadline DIM RUU Migas

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:32

Konser Andrea Bocelli dan Peluang Indonesia Perkuat Diplomasi Budaya

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:23

AsetKu Dukung Literasi Keuangan Bersama AFPI di Jakarta Financial Festival 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 16:06

Selengkapnya