Berita

Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron/RMOL

Politik

Usulan Hak Angket, Demokrat: Tidak Jelas Substansinya

SELASA, 27 FEBRUARI 2024 | 16:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Capres Ganjar Pranowo menggulirkan isu hak angket di DPR RI, menyusul dugaan kecurangan pelaksanaan Pemilu 2024.

Ketua DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron, menilai usulan itu tak jelas substansinya.

"Bagi Demokrat belum ada urgensinya, karena sampai saat ini belum tau arah dan tujuan dari hak angket ini ke mana. Termasuk substansinya, gak jelas," kata Herman Khaeron kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Selasa (27/2).


Jika hak angket diajukan atas dasar dugaan kecurangan Pemilu dinilainya tidak tepat. Karena sudah ada lembaga yang fokus mengurusi hal itu.

"Itu ranah Bawaslu dan Gakkumdu. Kalau kecurangan terjadi di daerah, ya diselesaikan di MK (Mahkamah Konstitusi)," katanya.

Karena itu Partai Demokrat tidak setuju, karena tidak memiliki urgensi.

"Bagi Demokrat, sejauh ini tidak ada urgensinya, baik secara substansi maupun prosedural, semua belum terpenuhi," tutupnya.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

KPK Panggil VP PT Valbury Asia Futures di Kasus Gratifikasi Mantan Sekjen MPR

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:31

Karhutla Ancam Orangutan, Puluhan Satwa Dievakuasi

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:23

Kepala BPGMN hingga Menkopolkam Merapat ke Istana Jelang Ratas Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:22

Ancaman MSCI, Sudah Tepat OJK Sanksi Emiten Milik Prajogo Pangestu dan Franky Widjaja

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:20

Pemerintah Jangan Anggap Remeh Hasil Survei

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Kasus Dugaan Suap, KPK Panggil Pejabat Pemkab Lombok Barat dan Staf Hotel

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:09

Roadmap IHT Dibutuhkan untuk Jamin Kepastian Usaha

Senin, 19 Oktober 2026 | 14:05

Terancam Turun Kelas, BEI Temui MSCI Sore Ini

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:51

Kasus Suap Asuransi Perkapalan Pelni, KPK Panggil Petinggi Pialang Asuransi

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:45

Komisi III DPR Dukung Kapolri Dorong MUI Kaji Fatwa soal Vape

Senin, 19 Oktober 2026 | 13:39

Selengkapnya