Berita

Humpus/Net

Bisnis

Emiten Tommy Soeharto Bantah Harga Saham Turun karena Efek Kinerja

SELASA, 27 FEBRUARI 2024 | 14:31 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Emiten Tommy Soeharto, PT Humpuss Maritim Internasional Tbk (HUMI), menyelenggarakan paparan publik insidental sebagai tanggapan terhadap fluktuasi harga saham Perseroan dalam beberapa pekan terakhir.

Dalam acara yang berlangsung Senin (26/2) dan dilaksanakan atas permintaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Perseroan memaparkan kondisi dan kinerja terkini Perseroan, serta menyampaikan proyeksi kinerja Perseroan untuk kedepannya.

Manajemen HUMI dalam keterbukaan informasi juga menjelaskan bahwa fluktuasi harga saham yang terjadi selama beberapa pekan terakhir, bukan merupakan dampak dari penurunan kinerja Perseroan ataupun katalis negatif bagi Perseroan, namun merupakan aktivitas pasar modal semata.


Direktur Utama HUMI, Tirta Hidayat, mengatakan, perseroan sendiri berhasil mencetak pertumbuhan dari sisi kinerja operasional yang signifikan.

"Kami mengestimasi pertumbuhan laba bersih sekitar sebesar 20% secara satu tahun penuh 2023 berdasarkan prognosa kami dibandingkan dengan tahun 2022," katanya.  

Pada kesempatan yang sama, Perseroan juga menyajikan rencana strategis untuk masa depan. Ini dimulai dengan pengembangan ekspansi armada kapal Perseroan untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat terhadap transportasi laut.

Selain itu, Perseroan juga berencana untuk melakukan ekspansi ke pasar internasional, terutama di Timur Tengah, di mana permintaan akan transportasi laut juga mengalami peningkatan belakangan ini. Hal ini dianggap sebagai peluang berharga bagi Perseroan.

Selain kemajuan operasionalnya, Perseroan juga memiliki rencana untuk membagikan dividen melihat kinerja positif Perseroan pada beberapa tahun terakhir.

Saat ini, Perseroan sedang mengkaji besaran termasuk payout ratio-nya, penentuan jumlah dan pembagian dividen tersebut akan bergantung pada beberapa faktor yang meliputi yakni kondisi keuangan Perseroan, kondisi likuiditas Perseroan, prospek usaha Perseroan di masa depan dan kebutuhan kas Perseroan.

Pada akhir keterangan persnya, Tirta juga menyampaikan bahwa dengan strategi ekspansi Perseroan ini guna mendorong pertumbuhan kinerja Perseroan.

“Untuk tahun 2024, Perseroan menargetkan adanya pertumbuhan laba bersih usaha Perseroan sekitar sebesar 20 persen yang didorong terutama dengan sektor Oil dan Chemical. Stabilitas pertumbuhan setiap tahunnya akan terus kami jaga," ujar Tirta.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

UPDATE

Ini Pesan Denny Indrayana Jelang Putusan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:23

IHSG Melesat 1,21 Persen, Rupiah Jauhi Rp18.000 per Dolar AS

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:12

Menhaj Godok Kunjungan Wisata Jemaah Haji dan Umrah ke Yordania

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:11

Prabowo Hadiri Penyerahan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:09

Penempatan Manajer Sesuai Karakter Wilayah Jadi Kunci Keberhasilan Kopdes

Selasa, 06 Oktober 2026 | 16:04

Komisi III DPR Dukung Perombakan Pejabat Polri untuk Regenerasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:58

Komoditas Pangan Jadi Penyumbang Utama Inflasi di Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:50

Ferry Juliantono Dorong Kolaborasi Kampus dan Pemda Kembangkan Koperasi

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:44

KPK Ingatkan Nusron Wahid soal Kewajiban Hadiri Panggilan Penyidik

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:40

Penampakan Tumpukan Uang Sitaan Negara Rp13,2 Triliun di Kejagung

Selasa, 06 Oktober 2026 | 15:39

Selengkapnya