Berita

Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik/Net

Nusantara

Banyak Lurah Takut Nonaktifan NIK Warga Tak Berdomisili di DKI

SELASA, 27 FEBRUARI 2024 | 09:09 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pemprov DKI Jakarta akan mencabut atau menonaktifkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) warga yang tidak berdomisili di Jakarta. Meski demikian, bila keberadaannya diketahui lantaran bertugas atau masih memiliki aset sesuai Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak masuk dalam katagori penonaktifan NIK.

Penonaktifan NIK tersebut dilaksanakan pasca Pemilu 2024. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi kekisruhan data pemilih pada pesta demokrasi yang berlangsung 14 Februari 2024.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, usul penonaktifan NIK pasca Pemilu 2024 agar tidak berdampak pada pemilih tetap.


“Setelah pemilu (penonaktifan NIK). Takut terjadi hal-hal tidak diinginkan terkait DPT (Daftar Pemilih Tetap). Makanya kita rekomendasikan ganti (dari Maret) jadi setelah pemilu,” kata Mujiyono dikutip Selasa (27/2).

Politikus Demokrat ini mengatakan, banyak RT/RW yang tidak bertanggungjawab atas warganya sendiri. Pasalnya, banyak warga pemilik KTP tidak lagi diketahui keberadaannya.

“Apalagi pas pencoblosan pemilu baru pada datang. Mereka keberatan RT/RW itu,” kata Mujiyono.

Para ketua RT dan RW melalui lurah, ungkap dia, sempat diminta untuk memverifikasi data kependudukan yang akan dinonaktifkan. Namun, mayoritas lurah merasa takut.

Sebab, penonaktifan NIK KTP tentunya terkait dengan urusan perbankan dan lainnya.

“Karena menonaktifkan NIK seseorang itu berbahaya. Risikonya salah satunya untuk urusan perbankan enggak akan bisa dipakai,” demikian Mujiyono.





Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Direksi BUMN Butuh Kepastian Hukum, Bukan Kekebalan

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:59

Menkop dan Wantimpres Rocky Gerung Hadiri Pra Kongres Syarikat Islam ke-42

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:50

Kakak Kandung Ridwan Kamil Dicecar KPK soal Kasus Korupsi bjb

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:46

IHSG Menguat 1,36 Persen, Rupiah Masih Dibayangi Konflik Timur Tengah

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:38

Legislator PDIP Ungkap Sejumlah Isu yang Dibahas dalam Revisi UU Pemilu

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:21

BOP Pantura Bentukan Prabowo untuk Jaga Kawasan Pesisir

Senin, 05 Oktober 2026 | 19:04

Perampasan Aset Tanpa Pemidanaan Rentan Disalahgunakan

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:56

Warek Unsoed Dicecar KPK soal Mekanisme PMB Jalur Mandiri

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:37

Fitch Pertahankan Rating Tertinggi BTN, Peran di Program 3 Juta Rumah jadi Kunci

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:35

GWS Dorong UMKM jadi Ruang Perempuan Perkuat Peran Ekonomi

Senin, 05 Oktober 2026 | 18:25

Selengkapnya