Berita

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim/Ist

Politik

Cakra Manggilingan Paksa PDIP Kembali Oposan

MINGGU, 25 FEBRUARI 2024 | 09:52 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai pengusung Capres-Cawapres yang kalah harusnya otomatis oposan terhadap pemerintahan pasangan memenangkan kontestasi Pemilu.

Pengamat politik dari Motion Cipta Matrix, Wildan Hakim, berpendapat, oposisi hanya sebatas konsep bila seluruh Parpol yang memenuhi ambang batas parlemen bergabung ke penguasa, dalam hal ini Koalisi Indonesia Maju.

"Merujuk hasil hitung cepat hari ini, ada sembilan Parpol memenuhi ambang batas parlemen, dua diantaranya berpeluang oposan, yakni PDIP dan PKS," kata Wildan, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Minggu (25/2).


Dia menilai, hasil Pemilu di Indonesia tidak selalu berjalan linear. Di mana partai pengusung yang kalah langsung berubah haluan menjadi oposisi.

"Sikap linear itu pernah dipraktikkan PDIP pada 2004-2014, sepanjang pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Selama 10 tahun menjadi oposisi, PDIP lalu sukses menyokong Joko Widodo sebagai Capres dua periode," katanya.

Pada 2024 ini, sambung dosen ilmu komunikasi Universitas Al Azhar Indonesia itu, PDIP dipaksa menjalani siklus pengulangan, yakni kembali menjadi oposisi, karena kandidatnya kalah.

"Ini mengingatkan pada ungkapan yang kerap disampaikan Megawati selaku Ketum PDIP. Mega kerap menyebut bahwa hidup itu ibarat cakra manggilingan, yang artinya, hidup itu ibarat roda berputar yang terus menggelinding," urai Wildan.

Pada 2014 dan 2019 lalu, tambahnya, Megawati sukses menggelindingkan PDIP dengan menjadi pemenang Pemilu legislatif dan pemilihan presiden.

"Kini, situasinya berubah. Perputaran cakra memaksa PDIP kembali menjadi oposisi. Namun jebakan pragmatisme politik bisa saja mengubah haluan PDIP menjadi bagian dari Koalisi Indonesia Maju. Kita lihat saja," pungkasnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Terbuka Peluang Duetkan Pramono-AHY di 2029

Jumat, 11 September 2026 | 06:21

Komnas Palestina Salurkan 300.000 Liter Air Bersih ke Gaza

Jumat, 11 September 2026 | 06:08

Buku 'Islam Ala Prabowo' Bukan Produk MUI

Jumat, 11 September 2026 | 05:31

Tak Ada Alasan MK Menolak Gugatan Denny Indrayana Cs

Jumat, 11 September 2026 | 05:14

Kemenhaj Tutup Celah Jual Beli Antrean Haji Khusus

Jumat, 11 September 2026 | 05:04

Tiket Termurah Persija vs Persib Rp150 Ribu, Termahal Rp1,5 Juta

Jumat, 11 September 2026 | 04:24

Pansus Papua DPD RI Harus Bongkar Akar Konflik

Jumat, 11 September 2026 | 04:00

Perampasan Aset: Keharusan Hukum vs Kecemasan Publik

Jumat, 11 September 2026 | 03:39

Kudu Yakin Persib Libas Persija 2-0

Jumat, 11 September 2026 | 03:18

Terima Aspirasi Buruh

Jumat, 11 September 2026 | 03:00

Selengkapnya