Berita

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Ari Suryono/RMOL

Hukum

Kepala BPPD Pemkab Sidoarjo Ari Suryono Resmi Pakai Rompi Oranye Tahanan KPK

JUMAT, 23 FEBRUARI 2024 | 17:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Kepala Badan Pelayanan Pajak Daerah (BPPD) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo, Ari Suryono resmi mengenakan rompi oranye tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka, Ari Suryono turun dari ruang pemeriksaan di lantai dua Gedung Merah Putih KPK dengan mengenakan rompi tahanan KPK pada pukul 17.16 WIB, JUmat (23/2).

Dengan tangan diborgol, Ari Suryono digiring petugas KPK menuju ruang konferensi pers. Artinya sebentar lagi, Ari Suryono resmi diumumkan sebagai tersangka dan ditahan KPK.

Ari Suryono sebelumnya juga telah diperiksa sebanyak dua kali. Dua pemeriksaan tersebut, Ari berstatus masih sebagai saksi. Yakni pada Jumat (2/2) dan Jumat (16/2). Dari dua pemeriksaan itu, Ari didalami soal rincian penggunaan dana insentif dari para pegawai BPPD Pemkab Sidoarjo untuk kebutuhan Bupati Sidoarjo.

Sebelumnya pada Selasa (30/1), tim penyidik melakukan penggeledahan di wilayah Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Lokasi dimaksud di antaranya adalah Pendopo Delta Wibawa, Kantor BPPD dan rumah kediaman pihak terkait lainnya.

Dari beberapa tempat itu, tim penyidik mengamankan bukti-bukti, antara lain berbagai dokumen dugaan pemotongan dana insentif, barang elektronik, serta sejumlah uang dalam bentuk mata uang asing, dan 3 unit kendaraan roda empat.

Pada Senin (29/1), KPK resmi mengumumkan 1 dari 11 orang yang terjaring tangkap tangan pada Kamis (25/1) sebagai tersangka. Dia adalah Siska Wati (SW) selaku Kasubag Umum dan Kepegawaian BPPD Pemkab Sidoarjo, diduga secara sepihak melakukan pemotongan dana insentif dari para ASN.

Pemotongan dan penerimaan dari dana insentif dimaksud di antaranya untuk kebutuhan Kepala BPPD dan Bupati Sidoarjo. Besaran potongan yaitu 10-30 persen sesuai dengan besaran insentif yang diterima.

Khusus di tahun 2023, tersangka Siska Wati mampu mengumpulkan potongan dan penerimaan dana insentif dari para ASN sejumlah sekitar Rp2,7 miliar.

Populer

KPK Ancam Pidana Dokter RSUD Sidoarjo Barat kalau Halangi Penyidikan Gus Muhdlor

Jumat, 19 April 2024 | 19:58

Ini Kronologi Perkelahian Anggota Brimob Vs TNI AL di Sorong

Minggu, 14 April 2024 | 21:59

Bupati Sidoarjo Gus Muhdlor Resmi Tersangka KPK

Selasa, 16 April 2024 | 07:08

Rusia Pakai Rudal Siluman Rahasia untuk Bombardir Infrastruktur Energi Ukraina

Jumat, 12 April 2024 | 16:58

Tim Kecil Dibentuk, Partai Negoro Bersiap Unjuk Gigi

Senin, 15 April 2024 | 18:59

Megawati Bermanuver Menipu Rakyat soal Amicus Curiae

Kamis, 18 April 2024 | 05:35

Diungkap Pj Gubernur, Persoalan di Masjid Al Jabbar Bukan cuma Pungli

Jumat, 19 April 2024 | 05:01

UPDATE

Dukung Semangat Hari Kartini, Perempuan Tani HKTI dan INTI Boyong Produk Pertanian dan UMKM ke Hong Kong

Senin, 22 April 2024 | 22:01

Bagi Anies, Prabowo Patriot dan Penjaga Demokrasi

Senin, 22 April 2024 | 21:55

Utang Israel Melonjak Dua Kali Lipat Sejak Hantam Gaza

Senin, 22 April 2024 | 21:52

Tiba di Bangkok, Menlu RI Siap Suarakan Percepatan Transformasi Digital di UN-ESCAP

Senin, 22 April 2024 | 21:50

Usai Temui Surya Paloh, Anies Mendadak ke Cak Imin

Senin, 22 April 2024 | 21:47

RUMI: MK Sudah Memutuskan, Semua Sudah Final

Senin, 22 April 2024 | 21:40

Tak Satupun Dissenting Opinion Hakim MK Singgung Diskualifikasi Gibran

Senin, 22 April 2024 | 21:14

Dissenting Opinion, Hakim Enny Setuju ASN Tidak Netral

Senin, 22 April 2024 | 20:46

Akhirnya, Anies Ucapkan Selamat ke Prabowo-Gibran

Senin, 22 April 2024 | 20:44

Enggan Komentari Putusan MK, Anies Baswedan Pilih Silaturahmi ke Parpol Pengusung

Senin, 22 April 2024 | 20:44

Selengkapnya