Berita

Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Ketum PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin/Ist

Politik

Persis: Kecurangan Pemilu Berpotensi Dilakukan Siapa pun

RABU, 21 FEBRUARI 2024 | 15:40 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Narasi kecurangan dan pelanggaran Pemilu 2024 masih menjadi sorotan publik. Percakapan tentang Pilpres 2024, hitung cepat, informasi hoax dan kecurangan pemilu menjadi topik yang paling tinggi dibicarakan warganet di media sosial.

"Kecurangan dalam segala bentuknya sudah seharusnya menjadi musuh bersama, karena kecurangan itu merugikan semua pihak. Oleh sebab itu harus diusut dan diadili sebenar-benarnya sesuai aturan hukum," kata Ketua Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Ketum PP Persis), Ustaz Jeje Zaenudin dalam keterangannya, Rabu (21/2).

Ustaz Jeje melanjutkan, pelanggaran dan kecurangan berpotensi dilakukan oleh siapa pun dan pihak mana pun. Maka mengusut kecurangan bukan hanya kepentingan pihak yang dikalahkan, tetapi juga untuk memperkuat legitimasi pihak yang menang.

"Penegakkan hukum terhadap pelanggaran dan kecurangan tentu membutuhkan data, fakta, bukti, dan saksi yang sahih dan kuat. Tidak bisa dengan cara menghadirkan semata dugaan apalagi dengan bersandar kepada berita-berita hoax," kata Ustaz Jeje.

Ustaz Jeje mengingatkan bahwa menyebarkan berita hoax dan framing narasi-narasi yang menanamkan kebencian dan permusuhan antar kelompok, sama buruk dan bahayanya dengan kecurangan itu sendiri.

"Dengan kecurangan suara rakyat dikhianati, pihak yang kalah dirugikan, dan yang menang kehilangan legitimasi. Sedang dengan hoax masyarakat mempercayai berita yang salah dan berpotensi berpecah-belah," kata Ustaz Jeje.

"Maka kecurangan harus dilawan dengan menunjukkan saksi dan bukti agar ditegakkan hukum yang benar dan adil. Sedangkan berita hoax harus dilawan dengan menunjukkan berita yang utuh dan benar serta tidak memperluas penyebarannya," sambungnya.



Populer

Warisan Hakim MK sebagai Kado Idulfitri

Senin, 08 April 2024 | 13:42

Sekjen Hasto Telanjangi Ketidakberdayaan PDIP Hadapi Jokowi

Sabtu, 06 April 2024 | 14:40

MK Heran Hasyim Asyari Tidak Dipecat Meski Langgar Etik Berkali-Kali

Jumat, 05 April 2024 | 18:10

Menag Klaim Jemaah Salat Id di Istiqlal Tahun Ini Pecahkan Rekor karena Jokowi

Rabu, 10 April 2024 | 10:30

Undang Menteri Bersaksi, Bukti Hakim MK Fokus Pada Proses

Selasa, 02 April 2024 | 10:11

Megawati Peringatkan Bakal Terjadi Guncangan Politik Setelah Jokowi Jadi Malin Kundang

Kamis, 11 April 2024 | 18:23

Kata Yusril, Refly Harun Kurang Canggih

Sabtu, 06 April 2024 | 21:24

UPDATE

Publik Tertawa Lihat Megawati Kritik "Pemerintahannya" Sendiri

Jumat, 12 April 2024 | 22:00

Prabowo Silaturahmi Lebaran di Kediaman SBY di Cikeas

Jumat, 12 April 2024 | 21:31

Viral Pengemudi Fortuner Plat Dinas TNI Cekcok dengan Warga, Ini Faktanya

Jumat, 12 April 2024 | 21:19

Macet di Perlintasan, Suzuki Carry Ditabrak KA Argo Semeru

Jumat, 12 April 2024 | 21:07

Antisipasi Macet Dalam Kota, Polda Metro Siapkan Strategi Hadapi Arus Balik

Jumat, 12 April 2024 | 20:27

Suara PDIP Tetap Tinggi Berkat Kerja Politik Mengakar

Jumat, 12 April 2024 | 20:15

Said Didu: Rekonsiliasi Diperlukan untuk Melawan Perusak Bangsa

Jumat, 12 April 2024 | 20:03

KPK Segera Klarifikasi LHKPN Jaksa yang Disebut Peras Saksi

Jumat, 12 April 2024 | 19:30

Jasa Raharja Serahkan Santunan Korban Kecelakaan Rosalia Indah

Jumat, 12 April 2024 | 19:11

Arsjad dan Rosan Siratkan Pesan Damai Usai Pemilu

Jumat, 12 April 2024 | 19:00

Selengkapnya