Berita

Penduduk Gaza saat melakukan evakuasi dari Rumah Sakit Nasser/The Guardian

Dinamika

Israel Ringkus Ratusan Orang di Rumah Sakit Terbesar di Gaza

MINGGU, 18 FEBRUARI 2024 | 20:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Pasukan Israel meringkus lebih dari 120 orang di Rumah Sakit Nasser, yang merupakan rumah sakit terbesar di Gaza, tanpa makan dan minum, saat serangan udara terus menghantam kawasan tersebut.

Menurut keterangan juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza, Ashraf al-Qidra, pasukan Israel bahkan menahan sejumlah staf di rumah sakit itu.

"Pasukan pendudukan menahan banyak staf medis di dalam Kompleks Medis Nasser, yang mereka (Israel) ubah menjadi pangkalan militer," kata Ashraf dikutip Minggu (18/2).


Mengutip Reuters, Minggu (18/2), militer Israel membenarkan kabar tersebut dengan mengatakan bahwa mereka memburu para militan yang bersembunyi di Nasser dan sejauh ini telah menangkap lebih dari 120 orang di tempat tersebut.

Tidak hanya menangkap, pasukan Israel juga disebut telah membunuh orang-orang bersenjata di dekat rumah sakit dan menemukan senjata di dalamnya.

Sementara itu, Hamas membantah tudingan bahwa para pejuangnya menggunakan fasilitas medis untuk berlindung.

Serangan Israel dan pengepungan di rumah sakit itu sejauh ini telah menimbulkan kekhawatiran terhadap para pasien, pekerja medis dan pengungsi Palestina yang berlindung di sana.

Menurut laporan dari Kementerian Kesehatan Gaza terdapat sekitar 10.000 orang yang mencari perlindungan di rumah sakit tersebut sejak awal pekan ini.

Namun banyak dari mereka yang meninggalkan RS Nasser untuk mengantisipasi serangan Israel atau karena perintah untuk mengungsi dari rumah sakit tersebut ke Rafah.

Di sisi lain, Israel juga berencana menyerbu Rafah, tempat berlindung terakhir jutaan penduduk Gaza, yang memicu kekhawatiran internasional bahwa tindakan tersebut akan memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Serangan udara dan darat Israel sejauh ini telah menghancurkan sebagian besar wilayah Gaza dan memaksa hampir semua penduduknya meninggalkan rumah mereka. Otoritas kesehatan Palestina mengatakan 28.858 orang, sebagian besar warga sipil, telah tewas.


Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Rakyat Lampung Syukuran HGU Sugar Group Companies Diduga Korupsi Rp14,5 Triliun Dicabut

Kamis, 22 Januari 2026 | 18:16

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

UPDATE

Nama Elon Musk hingga Eks Pangeran Inggris Muncul dalam Dokumen Epstein

Minggu, 01 Februari 2026 | 14:00

Said Didu Ungkap Isu Sensitif yang Dibahas Prabowo di K4

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:46

Pengoperasian RDF Plant Rorotan Prioritaskan Keselamatan Warga

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:18

Presiden Harus Pastikan Kader Masuk Pemerintahan untuk Perbaikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 13:03

Danantara Bantah Isu Rombak Direksi Himbara

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:45

Ada Kecemasan di Balik Pidato Jokowi

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:25

PLN Catat Penjualan Listrik 317,69 TWh, Naik 3,75 Persen Sepanjang 2025

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:07

Proses Hukum Berlanjut Meski Uang Pemerasan Perangkat Desa di Pati Dikembalikan

Minggu, 01 Februari 2026 | 12:03

Presiden Sementara Venezuela Janjikan Amnesti untuk Ratusan Tahanan Politik

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:27

Kelola 1,7 Juta Hektare, Agrinas Palma Fokus Bangun Fondasi Sawit Berkelanjutan

Minggu, 01 Februari 2026 | 11:13

Selengkapnya