Berita

Ilustrasi/Net

Tekno

Microsoft: Open AI Disalahgunakan oleh Peretas dari China, Rusia, dan Korut

JUMAT, 16 FEBRUARI 2024 | 08:54 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Para peretas yang berafiliasi dengan intelijen militer Rusia, Garda Revolusi Iran, pemerintah China, dan Korea Utara, telah memanfaatkan OpenAI untuk mengasah keterampilan agar bisa mengelabui target mereka.

Dalam laporannya yang dirilis Rabu (14/2), Microsoft - yang telah menginvestasikan sejumlah besar uang pada OpenAI - mengatakan bahwa pihaknya berhasil melacak hal tersebut ketika mereka mencoba menyempurnakan kampanye peretasan menggunakan model bahasa yang lebih luas.

Program komputer tersebut, yang sering disebut kecerdasan buatan, memanfaatkan teks dalam jumlah besar untuk menghasilkan respons yang terdengar seperti manusia.


Perusahaan mengumumkan temuan tersebut ketika mereka meluncurkan larangan menyeluruh terhadap kelompok peretas yang didukung negara menggunakan produk AI-nya.

"Terlepas dari apakah ada pelanggaran hukum atau pelanggaran ketentuan layanan, kami tidak ingin aktor-aktor yang telah kami identifikasi, memiliki akses terhadap teknologi ini," kata Wakil Presiden Microsoft untuk Keamanan Pelanggan Tom Burt, seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/2).

Menanggapi hal itu, Juru Bicara Kedutaan Besar China di AS, Liu Pengyu, mengatakan pihaknya menentang fitnah dan tuduhan yang tidak berdasar terhadap China dan menganjurkan penerapan teknologi AI yang aman, andal, dan terkendali untuk meningkatkan kesejahteraan umum seluruh umat manusia.

Tuduhan bahwa peretas yang didukung negara telah tertangkap menggunakan alat AI untuk membantu meningkatkan kemampuan mata-mata mereka kemungkinan besar akan menggarisbawahi kekhawatiran mengenai pesatnya perkembangan teknologi tersebut dan potensi penyalahgunaannya.

Para pejabat senior keamanan siber di negara-negara Barat telah memperingatkan sejak tahun lalu bahwa ada pihak-pihak jahat yang menyalahgunakan alat-alat tersebut, meskipun sampai saat ini belum ada informasi spesifik yang membuktikannya.

“Ini adalah salah satu contoh pertama, jika bukan yang pertama, ketika perusahaan AI mengungkapkan dan mendiskusikan secara terbuka bagaimana pelaku ancaman keamanan siber menggunakan teknologi AI,” kata Bob Rotsted, yang memimpin intelijen ancaman keamanan siber di OpenAI.

Pejabat diplomatik Rusia, Korea Utara, dan Iran belum berkomentar atas tuduhan Microsoft.

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

KPK Sita Rp106,3 Miliar dari OTT BPN, Uang Disimpan di Rumah Tangan Kanan Nusron

Selasa, 15 September 2026 | 20:26

Bapera Hormati Proses Hukum Fahd A Rafiq

Selasa, 15 September 2026 | 20:24

Homecoming Festival IKA Unpad 2026 Jahit Harmoni Lintas Generasi

Selasa, 15 September 2026 | 20:11

BNI-Pajakind Integrasikan Layanan Perbankan-Perpajakan Digital untuk UMKM

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

Ini Identitas 19 Orang Terjaring OTT KPK di Kasus Kementerian ATR/BPN

Selasa, 15 September 2026 | 20:06

KPK Tahan 8 Tersangka Kasus Suap ATR/BPN, Tangan Kanan Nusron hingga Bos Summarecon

Selasa, 15 September 2026 | 19:58

UOB: Indonesia Punya Tameng Hadapi Guncangan Global, Apa Itu?

Selasa, 15 September 2026 | 19:37

KUHP-KUHAP Baru Perkuat Peran Advokat Dampingi Klien

Selasa, 15 September 2026 | 19:28

Purbaya Terlempar dari Kabinet Diduga Gegara Whoosh

Selasa, 15 September 2026 | 19:17

Pejabat ATR/BPN Terjaring OTT KPK, Wamen Ossy Minta Publik Tak Berspekulasi

Selasa, 15 September 2026 | 19:01

Selengkapnya