Berita

Aktivis 98 yang juga pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti/RMOL

Politik

PDIP Diyakini Tarik Kader di Kabinet Usai Pilpres

SENIN, 12 FEBRUARI 2024 | 08:17 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

PDI Perjuangan diyakini menarik seluruh kader dari Kabinet Indonesia Maju, usai pelaksanaan Pemilu 2024 yang akan berlangsung dua hari lagi.

Aktivis 98 yang juga pendiri Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti, mengatakan, keinginan PDIP keluar dari kabinet Presiden Joko Widodo sebenarnya sudah lama, tetapi masih berpikir, gimanapun Jokowi merupakan orang yang lama bersama mereka.

"Jadi masih ada semacam keinginan untuk tidak membuat malu Pak Jokowi," kata Ray, kepada Kantor Berita Politik RMOL, di Jakarta, Senin (12/2).


Namun, tambahnya, dengan perlakuan yang semakin terbuka dari Jokowi akhir-akhir ini, tidak ada pilihan lain bagi PDIP untuk segera menarik seluruh kader dari kabinet.

"Kebetulan sudah mulai berhubungan dengan Pemilu, tentu mereka memperhitungkan risiko elektoral. Kalau ditarik sebelum Pemilu sepertinya negatif, makanya ditarik setelah Pemilu saja," katanya.

Dia menduga kuat, setelah Pemilu 2024, anggota kabinet Jokowi juga akan menarik diri. Selain itu, menteri dari PDIP juga mulai tidak optimal dilibatkan Jokowi pada program-program kerja.

"Karena itu, besar dugaan saya mereka mundur dan bahkan mungkin akan ditarik PDI Perjuangan. Karena setelah Pilpres tidak ada efek elektoral yang perlu dipikirkan lagi. Salah satu alasan kuat tidak ditarik sekarang, karena efek elektoral," pungkas Ray.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Bursa Asia Tertekan, Kospi Anjlok Lebih 2 Persen

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:33

Ekonom Sentil Menteri Prabowo: Jangan Jadi Beban Presiden!

Jumat, 23 Oktober 2026 | 08:21

Wall Street Tertekan Aksi Jual Saham Teknologi

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:56

Lonjakan Minyak Tekan Logam Dunia: Emas Anjlok ke Level Terendah

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:45

Saham BYAN Tancap Gas, Naik 3,16 Persen ke Rp10.600

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:22

Penguatan IHSG Sinyal Kepercayaan ke Pemerintah Mulai Pulih

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:10

Pasar Eropa Merah Gara-gara Minyak

Jumat, 23 Oktober 2026 | 07:06

Terbuka Peluang Bangun Museum Haji Indonesia

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:58

Pujian Prabowo Jangan Jadi Obat Tidur Menteri

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:57

Pemerintah Harus Berlakukan Wajib Halal pada Oktober 2026

Jumat, 23 Oktober 2026 | 06:19

Selengkapnya