Berita

Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan Bogor, Prof. Andi Muhammad Asrun, dalam diskusi Persatuan Doktor Pascasarjana Hukum Indonesia (PEDPHI), bertajuk "Fenomena Inflistrasi Politisi Partisan di Kampus", di Gado-Gado Boplo, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/2)/RMOL

Politik

Pakar Konstitusi: Gerakan Gurubesar Pengkritik Jokowi Gawai Siapa?

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 20:20 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Gerakan guru-guru besar kampus yang mengkritik Presiden Joko Widodo di saat pencoblosan Pemilu Serentak 2024 sudah mendekati hari h, memunculkan pertanyaan tentang siapa sosok pendesain skenarionya.

Guru Besar Hukum Konstitusi Universitas Pakuan Bogor, Prof Andi Muhammad Asrun memandang, gerakan guru-guru besar dari berbagai universitas kental muatan politik.

"Ini gawai politik siapa? Ini proyek politik siapa? Mengatakan presiden tidak boleh kampanye? Saya sudah baca UU Pemilu, tidak ada itu," ujar Andi dalam diskusi Persatuan Doktor Pascasarjana Hukum Indonesia (PEDPHI), bertajuk 'Fenomena Infiltrasi Politisi Partisan di Kampus', di Gado-Gado Boplo, Cikini, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (9/2).


Dia mengatakan, argumentasi yang dibangun para guru besar pengkritik Jokowi tidak berdasar, justru malah memunculkan isu yang mengancam kedaulatan bangsa dan negara.

"Saya tidak mendengar suara-suara yang mengkritik presiden itu argumentasinya apa? Menteri pendidikan harus bersuara. Karena di tingkat kampus swasta itu bersuara menolak politisasi kampus. Yang objektif lah," tuturnya sembari mengeluh.

Maka dari itu, ia memandang isu-isu kecurangan yang dikemukakan para guru besar tidak lantas bisa memakzulkan Jokowi dari kursi RI 1.

"Apakah presiden melakukan pelanggaran berat, melakukan korupsi? Ini omong kosong. Tunggu saja pemilu selesai," tuturnya.

"Jangan gerundel, memaki, mobilisasi. Menurut saya sikap-sikap ini bukan sikap akademisi," demikian Andi menambahkan.

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya