Berita

Gerakan Penyelamatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat berkumpul NAM Center Hotel, Jalan Angkasa Nomor 6, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore (9/2)/RMOL

Politik

Puluhan Aktivis Kumpul Satukan Sikap Lawan Perusak Demokrasi

JUMAT, 09 FEBRUARI 2024 | 17:58 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Puluhan tokoh yang tergabung dalam Gerakan Penyelamatan Demokrasi dan Kedaulatan Rakyat berkumpul dan meminta agar Pemilu 2024 berlangsung secara jujur dan adil (jurdil).

Puluhan tokoh ini berkumpul dan menyatakan sikap atas perusakan demokrasi yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Aktivis prodemokrasi, Adhie M Massardi yang juga mantan Jurubicara Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mengatakan, pihaknya berkumpul menyampaikan pernyataan perlawanan terhadap perusak demokrasi.


"Kami berkumpul untuk menyampaikan pernyataan perlawanan terhadap perusak demokrasi," kata Adhie mengawali acara konferensi pers yang diselenggarakan di NAM Center Hotel, Jalan Angkasa Nomor 6, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat sore (9/2).

Adhie mengatakan, para tokoh prodemokrasi mengamati bahwa beberapa bulan terakhir ini terjadi perusakan demokrasi yang massif.

"Pada hari-6 ini kita lihat terjadi suasana genting terhadap demokrasi. Bagaimana Presiden Joko Widodo melakukan perusakan terhadap demokrasi," terang Adhie.

Akibatnya kata Adhie, perusakan demokrasi itu menimbulkan reaksi keras dari berbagai kalangan, mulai dari akademisi, ilmuwan, intelektual, tokoh bangsa, dan tokoh semua lintas agama.

"Kami berkumpul di sini untuk menghindari, mengerem, mencegah agar di Republik ini tidak terjadi hal yang aneh-aneh, tidak ada lagi goro-goro. Kami masih percaya demokrasi. Demokrasi itu jalan paling beradab untuk sirkulasi kekuasaan dan peradaban," tutur Adhie.

Adhie menyebut bahwa, jika kesewenang-wenangan terus dilakukan rezim Jokowi, maka akan mendapatkan perlawanan dari rakyat.

"Jadi kita ingin agar pemilu itu betul-betul menghasilkan suara rakyat memilih orang yang tepat untuk bangkit agar bangsa ini harkat dan martabatnya kembali terangkat oleh tokoh yang betul-betul dipilih rakyat, bukan dipilih oleh oligarki," pungkas Adhie.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, dalam acara ini dihadiri sekitar 20 orang tokoh. Di antaranya, Adhie Massardi, aktivis Syahganda Nainggolan, aktivis Edi Mulyadi, Mayjen (Purn) Soenarko, Profesor Hafidz Abbas, Ahmad Syarbini, Bachtiar Chamsyah, Ahmad Yani, Hendry Harmen, Anton Permana, dan lainnya.

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

UPDATE

Konversi LPG Ke CNG Jangan Sampai Jadi "Luka Baru" Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:11

Apa Itu Love Scamming? Waspada Ciri-Cirinya

Rabu, 13 Mei 2026 | 20:04

Rano Karno Ingin JIS Sekelas San Siro

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:49

Prabowo Geram Devisa Hasil Ekspor Sawit-Batu Bara Tak Disimpan di Indonesia

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:42

KPK Didesak Tetapkan Tersangka Baru Kasus Korupsi DJKA

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:38

Ini Strategi OJK Jaga Bursa usai 18 Saham RI Dicoret MSCI

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:35

Cot Girek dan Ujian Menjaga Kepastian Hukum

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:27

Prabowo Bakal Renovasi 5 Ribu Puskesmas dari Duit Sitaan Satgas PKH

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:25

Prabowo Siapkan Satgas Deregulasi demi Pangkas Keruwetan Izin Usaha

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:11

Kementerian PU Bangun Akses Tol, Maksimalkan Konektivitas Kota Salatiga

Rabu, 13 Mei 2026 | 19:02

Selengkapnya