Berita

Kampanye akbar Partai Buruh di Istora Senayan, Jakarta, Kamis (8/2)/RMOL

Politik

Partai Buruh Baru Putuskan Dukung Capres-Cawapres di Putaran Dua

KAMIS, 08 FEBRUARI 2024 | 13:50 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Partai Buruh memastikan capres-cawapres yang akan didukungnya pada putaran kedua nanti pasti akan memenangkan Pilpres 2024. Partai Buruh mengklaim akan menyumbang hingga 15 juta suara.

Presiden Partai Buruh, Said Iqbal mengatakan, pada Pilpres 2024 putaran pertama ini, Partai Buruh belum menentukan deklarasi dukungan kepada salah satu capres-cawapres.

"Partai Buruh belum memutuskan deklarasi kepada paslon manapun. Oleh karena itu Partai Buruh fokus pada pencalegan, menjaga suara elektabilitas 4,778 persen," kata Iqbal kepada wartawan saat kampanye akbar Partai Buruh di Istora Senayan, Jakarta, Kamis siang (8/2).


Akan tetapi, kata Iqbal, Partai Buruh dipastikan akan menentukan pilihannya kepada capres-cawapres yang lolos pada putaran kedua.

"Putaran kedua adalah putaran penentu, capres yang akan didukung Partai Buruh, pasti pemenang, insya Allah," kata Iqbal.

Iqbal meyakini, suara Partai Buruh akan menambah kemenangan capres-cawapres yang didukungnya nanti.

"Sangat menentukan. Suara Partai Buruh kami kalkulasi 7,2 juta orang. Itulah penyumbang suara Partai Buruh di pemilu kali ini," kata Iqbal.

Begitu putaran kedua, lanjut Iqbal, buruh akan merapat ke Partai Buruh, karena mereka percaya diri Partai Buruh ikut lolos parlementary threshold.

"Kami akan menyumbangkan minimal 7,2 juta suara, maksimal bisa 15 juta suara terhadap buruh-buruh, informal yang jumlahnya 57,6 juta suara. Maka penentu pada putaran kedua itu," kata Iqbal.

Namun kata Iqbal, Partai Buruh akan mendukung capres-cawapres yang mau menandatangani kontrak politik untuk mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja.

"Tidak ada satupun hari ini yang berani kontrak politik," pungkas Iqbal.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya