Berita

Peneliti senior LIPI, Prof Siti Zuhro (kedua dari kiri)/Repro

Politik

Peneliti LIPI: Demokrasi di Indonesia Alami Penurunan Serius!

RABU, 07 FEBRUARI 2024 | 15:00 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kondisi demokrasi di Tanah Air mengalami penurunan signifikan. Kenyataan itu diakui tidak hanya dari dalam, tapi juga luar negeri.

Penegasan itu disampaikan Peneliti Senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Prof Siti Zuhro, dalam diskusi yang digelar BRIN, bertajuk “Demokrasi di Ujung Tanduk”, Rabu (7/2).

“Kita sangat prihatin, karena demokrasi kita dinilai terbalik, baik oleh domestik maupun internasional, bahwa mengalami penurunan sangat serius,” kata Siti Zuhro.


Menurutnya, sejak era reformasi 1998 hingga saat ini, dalam perjalanannya kondisi demokrasi terus mengalami ancaman, meski masih ada aspek partisipatoris yang diawali dengan pemilihan umum langsung pada 2004 lalu, hingga kini.

“Dinamika demokrasi 26 tahun terakhir ini membuat kita semua sangat prihatin,” demikian Siti Zuhro.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Wajib Halal Oktober 2026, Kesiapan UMKM dan Literasi Konsumen Jadi Tantangan

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:19

BBCA Pimpin Transaksi Saham, Nilainya Tembus Rp353 Miliar saat IHSG Menguat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:06

Tiru LPDP, Pemprov DKI Siapkan Beasiswa Luar Negeri

Rabu, 14 Oktober 2026 | 14:01

SBY Bercanda soal Batuk Prabowo dan Nasib Rupiah

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:54

CUAN Ramai Diperdagangkan, Nilai Transaksi Tembus Rp196 Miliar

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:47

Ketika Pelaku Tidak Ditemukan, Bagaimana Nasib Barang Bukti yang Disita?

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:42

IPC TPK Buka Direct Call Penghubung RI-Tiongkok-Thailand

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:41

Saat Karhutla Membara, Mereka Malah Korupsi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:25

56 Tahun INACA dan Misi Historis Penerbangan Indonesia

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

BNPB: Penanggulangan Bencana Tak Terpengaruh OTT KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 13:15

Selengkapnya