Berita

Muhammad Zinedine Alam Ganjar napak tilas sejarah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/2)/Ist

Politik

Bareng Cucu Sultan HB X, Alam Ganjar Napak Tilas Keraton Yogyakarta

SELASA, 06 FEBRUARI 2024 | 22:09 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Muhammad Zinedine Alam Ganjar napak tilas sejarah Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, di Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta, Selasa (6/2).

Selama berkeliling di area seluas 14.000 meter persegi, putra Calon Presiden Ganjar Pranowo ditemani Cucu Sultan Hamengkubuwana X, Drasthya Wironegoro untuk mempelajari arsip peninggalan dari kesultanan.

"Senang muterin seisi Kraton Yogyakarta dan ditunjukin beberapa arsip, konservasi, bahkan dikasih lihat laboratorium yang menyimpan barang-barang Kraton yang perlu dijaga," ujar Alam.


Alam mengaku mendapatkan banyak cerita bagaimana sejarah dan budaya Kraton Yogyakarta tersebut terbentuk.

Melalui kunjungan tersebut, dirinya berharap agar lebih banyak anak muda yang mau datang belajar dan mengadopsi nilai etika yang terkandung dalam Kraton Yogyakarta.

Alam kagum bisa datang kembali ke Kraton Yogyakarta. Menurutnya, banyak hal baru yang patut diapresiasi. Di sisi lain, di usianya yang sudah ratusan tahun ini, Kraton mampu mempertahankan dan menjaga eksistensi budayanya.

Di tengah pergerakan kehidupan sosial yang dinamis, Alam melihat bahwa Keraton merupakan salah satu destinasi wisata berbasis budaya yang tak lekang oleh waktu.

"Banyaknya inovasi dari segi konsep menurut saya itu menunjukkan suatu cara Kraton bisa menjaga demand wisatawan untuk mau datang terus ke Keraton sebagai objek wisata bersejarah dan berbudaya," pungkasnya.

Kraton Yogyakarta berdiri pada 1755 sebagai hasil dari Perjanjian Giyanti. Kraton Yogyakarta sebagai cikal bakal keberadaan pemukiman di wilayah Yogyakarta meninggalkan jejak sejarah yang masih sering jumpai sampai saat ini.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya