Berita

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka/Net

Politik

Hasil Survei Roy Morgan, Prabowo-Gibran Masih di Ambang 50 Persen

JUMAT, 02 FEBRUARI 2024 | 03:37 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka dalam survei terbaru yang dirilis Roy Morgan masih unggul dari dua pesaingnya Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar dan Ganjar Pranowo-Mahfud MD.

Prabowo-Gibran memperoleh elektabilitas 43 persen, sementara di posisi kedua ada pasangan Ganjar-Mahfud dengan elektabilitas 30 persen. Di posisi terbawah ada pasangan Anies-Muhaimin dengan elektabilitas 24 persen.

Survei tersebut menyebutkan pasangan Prabowo-Gibran naik 13 persen sejak pertengahan September 2023. Sementara dua pesaingnya, Ganjar-Mahfud justru turun 8 persen dan Anies-Muhaimin turun 1 persen.


Kendati belum mencapai di atas 50 persen sebagai syarat Pilpres satu putaran, namun pasangan ini memiliki basis suara yang kuat di Jawa, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi.

Artinya masih terbuka peluang pasangan ini mencapai 50 persen di hari pencoblosan 14 Februari mendatang.

Direktur Roy Morgan Indonesia, Ira Soekirman menyatakan pilihan Prabowo terhadap putra Jokowi, Gibran, sebagai calon wakil presidennya telah terbukti menjadi sebuah pukulan telak bagi dua pesaingnya.

Hal itu mengingat Menteri Pertahanan RI tersebut saat ini berada di ambang kemungkinan kemenangan pada putaran pertama pemilihan Presiden.

“Untuk memenangkan pemilu putaran pertama, seorang calon Presiden harus memperoleh lebih dari 50 persen suara pada putaran pertama dengan minimal 20 persen di separuh seluruh provinsi. Lonjakan suara yang diraih Prabowo berarti ia sudah berada di ambang kemungkinan meraih kemenangan pada putaran pertama,” kata Direktur Roy Morgan Indonesia, Ira Soekirman dikutip Kantor Berita Politik RMOL dalam keterangannya, Kamis (1/2).

Lanjut Ira, pengaruh Gibran begitu besar dalam perolehan elektabilitas Prabowo.

“Gibran telah meningkatkan dukungannya secara signifikan dan melemahkan dukungan terhadap calon favorit sebelumnya, yakni calon dari PDIP (Ganjar Pranowo), yang kini meraih 30 persen atau turun 8 persen dari kuartal September 2023,” jelasnya.

Selain itu, dia juga menyatakan dukungan partai-partai yang tergabung dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) meningkat 9,5 persen menjadi 49 persen.
 
“Seiring dengan meningkatnya dukungan terhadap Prabowo, dukungan terhadap partai-partai di Koalisi Indonesia Maju yang terdiri dari 8 partai juga meningkat 9,5 persen menjadi 49 persen, hampir menjadi mayoritas,” pungkasnya.

Koalisi ini dipimpin oleh Partai Gerindra yang mengusung Prabowo dan diikuti oleh Golkar, Demokrat, PAN, PSI, PBB, Garuda dan Gelora.

Survei tersebut dilakukan di bulan Desember 2023 dengan jumlah responden 1.225 pemilih Indonesia di atas 17 tahun.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya