Berita

Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto di Polda Metro Jaya, Selasa (30/1)/Ist

Presisi

Polda Metro Jaya: 53 TPS Kategori Sangat Rawan

SELASA, 30 JANUARI 2024 | 15:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Sebanyak 65.459 Tempat Pemungutan Suara (TPS) tercatat berada di wilayah hukum Polda Metro Jaya saat Pemilu 2024.

Adapun wilayah hukum Polda Metro Jaya mencakup Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Timur, Jakarta Selatan, Jakarta Utara, Kepulauan Seribu, Depok, Bekasi, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.

Dari puluhan ribu TPS, kepolisian membagi menjadi tiga klasifikasi berdasarkan tingkat kerawanannya. Ada 53 TPS di wilayah hukum Polda Metro Jaya yang masuk dalam kategori sangat rawan.


"Setidaknya ada 65.495 TPS, yang mana TPS tersebut diklasifikasikan menjadi 3 kategori, yaitu TPS kurang rawan 63.854 TPS, TPS rawan 1.548 TPS, dan TPS sangat rawan 53 TPS," kata Wakapolda Metro Jaya Brigjen Suyudi Ario Seto di Polda Metro Jaya, Selasa (30/1).

Terpisah, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi menambahkan, TPS yang masuk kategori sangat rawan berada di wilayah di Jakarta Timur, Kepulauan Seribu dan Tangerang Selatan.

Untuk itu Polri menyiapkan kurang lebih 11 Ribu Personel gabungan demi menjaga kelangsungan Pemilu 2024.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya