Berita

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan di ’ di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah/Ist

Politik

Lanjutkan Program Hebat Jokowi, Zulhas Bertekad Menangkan 02 Satu Putaran

SENIN, 29 JANUARI 2024 | 00:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan semangat mengampanyekan Prabowo-Gibran dalam ‘Kirab Kebangsaan Prabowo-Gibran’ di Simpang Lima, Semarang, Jawa Tengah.

Dia mendukung kemenangan paslon nomor urut 2 ini demi melanjutkan program pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Kenapa kita mesti menang sekali putaran? Karena kita ingin melanjutkan program-program hebat dari pemerintahan Pak Jokowi. Betul apa betul?” ungkap Zulhas dalam orasinya, Minggu (28/1).


Disambut pekikan setuju dari peserta kirab yang hadir, Zulhas pun terus merinci sejumlah capaian pemerintahan Jokowi. Baik di bidang infrastruktur, sosial, ekonomi, hingga kesehatan.

Beberapa contoh di antaranya ialah pembangunan jalan tol Trans-Jawa yang kini telah membentang hingga Surabaya, Jawa Timur. Selain itu, dia pun menyinggung soal pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera yang dibangun di masa pemerintahan Jokowi.

“Kita punya kebanggaan Ibu Kota Nusantara zaman pemerintahan Pak Jokowi. Betul apa betul? Pelabuhan dibangun, bandara dibangun, ekonomi dibangun. Betul apa betul? Lanjut apa setop?” tanya Zulhas.

Para pendukung yang hadir pun menyambut orasi tersebut dengan pekikan ‘lanjut’ yang menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran. Mereka pun menyerukan nama paslon nomor urut 2 tersebut dan kompak menjawab ‘satu putaran’.

Zulhas menambahkan jika terpilih menjadi pemimpin Indonesia nantinya Prabowo-Gibran akan mendukung anak-anak di Indonesia tetap sehat dengan meningkatkan gizi anak.

“Pak Prabowo-Gibran akan membantu agar anak-anak kita sehat, disediakan makan siang gratis. Ditambah minum susu. Lanjut apa setop?” tutur Zulhas.

“Pak Prabowo seumur hidupnya sudah menyediakan jiwa raganya untuk merah putih. Seluruh hidupnya digunakan, dikorbankan untuk NKRI,” tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

OASE III PTKIN 2026: UIN Sunan Kalijaga Raih Juara Umum

Sabtu, 07 November 2026 | 08:19

Wall Street Rebound, Nasdaq Masih Babak Belur

Sabtu, 07 November 2026 | 08:05

Luruskan Tudingan Rekayasa, Muhammad Munawar: Proses Etik Dasaad Dilakukan secara Kelembagaan

Sabtu, 07 November 2026 | 07:38

Siapa Stephen Miller, Orang Kepercayaan Trump yang Jadi Kepala Staf Gedung Putih?

Sabtu, 07 November 2026 | 07:28

Gejolak Politik AS dan Krisis Prancis Tekan Pasar Saham Eropa

Sabtu, 07 November 2026 | 07:10

Ahmad Doli Kurnia dan Masa Depan Golkar

Sabtu, 07 November 2026 | 06:50

Penyadapan Presiden Bukan Pengalihan Isu, Tapi Operasi Terorganisir

Sabtu, 07 November 2026 | 06:25

Palestina dan Percaturan Imperium Global

Sabtu, 07 November 2026 | 05:59

Penyadapan Prabowo Ancaman Serius terhadap Negara

Sabtu, 07 November 2026 | 05:41

Kasus Listyo Sigit Momentum Evaluasi Sistem Keamanan Nasional

Sabtu, 07 November 2026 | 05:18

Selengkapnya