Berita

Capres nomor urut 1, Prabowo Subianto, bakal kampanye akbar di GBK, sedangkan capres nomor urut 2 Anies Baswedan berkampanye di JIS pada hari terakhir masa kampanye/Repro

Politik

Sama-sama Gelar Kampanye Akbar di Jakarta, Pendukung 01 dan 02 Minim Potensi Bentrok

JUMAT, 26 JANUARI 2024 | 13:59 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Dua kampanye akbar pasangan calon presiden-wakil presiden peserta Pilpres 2024 akan digelar di Jakarta pada hari yang sama, Sabtu 10 Februari 2024. Pasangan capres-cawapres nomor urut 01, Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar,  berkampanye di Jakarta International Stadium (JIS). Sementara pasangan nomor urut 02, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, memilih Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Hal ini yang kemudian menimbulkan kekhawatiran di masyarakat bahwa akan terjadi bentrokan antarpendukung.

Toh menurut pakar intelijen dan terorisme dari CIIA, Harits Abu Ulya, potensi bentrokan antara pendukung 01 dan 02 di Jakarta pada saat kampanye akbar 10 Februari nanti minim terjadi. Lain halnya jika pendukung 02 dan 03 bertemu.


"Potensi bentrok enggak ada, desain secara psikis untuk dibuat bentrok itu enggak ada karena dua paslon ini masing-masing punya performance yang menghendaki berjalan mulus semua. Jadi, beda kalau kemudian terjun itu (pendukung) paslon 03 sama 02," kata Harits Abu Ulya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (26/1).

Ditambahkan Harits, dua kubu yang akan kampanye di GBK dan JIS nanti memiliki pendukung yang mengedepankan kampanye damai.

"Performance orang-orangnya, bahasa pesantrennya muhibbinnya itu bukan seperti yang dipersepsikan orang, keras gitu. Itu beda," ujarnya.

"Mungkin gontok-gontokan simpang jalan itu ada. Malah kontraproduktif untuk 01 dan 02 kalau bentrok. Dua kelompok pendukung ini performancenya lebih soft," sambungnya.

Harits memastikan bahwa kubu 02 butuh legitimasi yang baik dan tidak akan membuat kampanye ricuh nanti.

"Pasangan 02 butuh banget legitimasi bahwa kemenangan yang diatur kekerasan itu enggak (bisa) kalau 01 performancenya lebih lembut lagi," tutupnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya