Berita

Siti Atikoh Supriyanti di Garasi Akas, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (25/1)/RMOL

Politik

Atikoh: Ganjar-Mahfud Jamin Kesetaraan Disabilitas

KAMIS, 25 JANUARI 2024 | 21:55 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Seiring masih banyaknya penyandang disabilitas yang belum mendapat kesetaraan, baik di ruang pendidikan maupun pekerjaan, pasangan Capres-Cawapres Nomor Urut 3, Ganjar-Mahfud, janji mewujudkannya, bila terpilih pada Pilpres 2024.

Pernyataan itu disampaikan istri Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti, pada talk show dengan tema "Peran Perempuan dalam Pendidikan Anak dan Masa Depan Bangsa" di Garasi Akas, Probolinggo, Jawa Timur, Kamis (25/1).

“Undang Undang mengamanatkan 2 persen, dan sudah diusahakan 5 persen. Tapi riilnya tidak seperti itu. Ketika sudah kerja pun itu tidak diperlakukan setara, hanya formalitas bahwa perusahaan sudah menerima teman-teman difabel. Ini perlu pendampingan, perlu ada yang menjembatani teman-teman semua,” kata Siti Atikoh.


Tak hanya urusan pekerjaan, menurut Atikoh, penyandang disabilitas memiliki hak yang sama di sektor pendidikan.

Lulusan S2 University of Tokyo itu juga menambahkan, di setiap institusi pendidikan atau sekolah umum juga disiapkan infrastruktur penunjang, termasuk lingkungan sosial.

“Kebetulan saya dinobatkan sebagai bunda asuh difabel di Jakarta, tetapi saya akan menyamakan perhatian ke teman-teman semua, menyerap aspirasi dan berjuang bersama-sama, agar mendapat kesetaraan,” imbuh Atikoh.

Di sisi lain, mantan wartawan itu juga memaparkan bagaimana Ganjar-Mahfud memberikan peluang kepada anak muda, terutama yang enggan bekerja di sektor informal.

Pasalnya, dewasa ini banyak yang ingin terjun di dunia kreatif, seperti menjadi Youtuber, influencer, seniman, ataupun berwirausaha mengembangkan potensi diri mereka.

“Ganjar-Mahfud bakal membuka 17 juta lapangan kerja, menciptakan iklim usaha, menciptakan peluang usaha yang bisa diakses teman-teman. Salah satunya persiapan sumber daya manusia, pelatihan-pelatihan, baik informal maupun formal,” tuturnya.

Menurut Atikoh, pasangan Ganjar-Mahfud juga menjanjikan internet gratis untuk sektor produktif. Sehingga bisa kerja di rumah. Pasalnya semua sektor usaha dewasa ini membutuhkan teknologi, sehingga akses internet sangat diperlukan.

Lewat internet gratis, kata Atikoh, setiap orang bisa berkreasi di mana saja dan kapan saja.

Hadir pada acara itu, ratusan simpatisan, mulai relawan, kader PDIP, hingga penyandang disabilitas.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya