Berita

Terminal Curah Kering di Belawan/Net

Bisnis

Gandeng Mitra, Subholding Pelindo Dorong Ekosistem Pelabuhan Terintegrasi

RABU, 24 JANUARI 2024 | 16:13 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

PT Pelindo Solusi Logistik atau (SPSL) sebagai Subholding BUMN Kepelabuhanan Pelindo berkolaborasi untuk mendorong efisiensi rantai pasok. Hal itu dilakukan dengan menggandeng PT FKS Solusi Logistik (FKSSL) sebagai anak perusahaan dari PT FKS Multi Agro Tbk.

Direktur Utama SPSL Joko Noerhudha mengatakan bahwa kolaborasi ini merupakan salah satu upaya memperkuat komitmennya dalam memberikan layanan bisnis terbaik.

Selain itu, kolaborasi ini juga untuk mendorong integrasi ekosistem dan efisiensi rantai logistik guna mendukung pertumbuhan perdagangan dan ekonomi di kawasan sekitar.


“Sinergi dan kolaborasi ini sangat menarik, karena hal ini merupakan kelanjutan dari program Pelindo Group bersama FKSSL untuk menyempurnakan value chain,” ujar Joko dalam keterangannya, Rabu (24/1).

Menurut dia, konsep itu sudah bersama-sama dikembangkan pada sisi terminal seperti kerja sama pemanfaatan dan pengoperasian Terminal Teluk Lamong di Surabaya serta Terminal Curah Kering di Belawan.

“Dan sekarang yang akan kita kembangkan adalah ekosistem from port to integrated warehouse,” terangnya.

SPSL group sendiri saat ini telah melaksanakan kegiatan logistik penuh antara lain jasa contract logistic, supply chain orchestration, project logistic, transportation & logistic services for industrial estate yang berlokasi di beberapa wilayah di Indonesia, di antaranya di Jakarta, Lampung, Semarang, Surabaya dan Medan.

“Kerja sama antara SPSL dan FKSSL ini diharapkan dapat mendukung percepatan layanan logistik yang terintegrasi, dan terciptanya efisiensi rantai pasok produk-produk nasional, sehingga secara bertahap dapat menurunkan biaya logistik dan meningkatkan pertumbuhan perdagangan maupun perekonomian nasional,” beber Joko.

Sementara itu, Presiden Direktur FKSSL Bong Welly Swandana menyambut baik rencana kerja sama ini.

Pihaknya juga berharap kolaborasi ini berjalan dengan baik dan segera beroperasi yang dimulai dari Teluk Lamong dengan PT Multi Terminal Indonesia/MTI Multi SCM (Anak Perusahaan SPSL) dan di Belawan dengan PT Prima Indonesia Logistik/PIL (Anak Perusahaan SPSL).

“Value proposition yang akan kita hadirkan dalam kolaborasi ini adalah tidak terdapat lagi cara-cara konvensional namun berbasis digital, dan kita juga berharap tidak mematikan lokal transportasi yang ada, namun akan kita ikutsertakan ke dalam ekosistem,” kata Bong Welly.

“Dengan sistem ini kita dapat mengontrol kegiatan operasional dan melakukan plotting dengan tools yang ada, dan itu merupakan value chain mulai dari Port sampai distribusi sehingga diharapkan dapat membantu logistics cost bagi cargo owner, truck owner dan kita juga,” tambahnya.

Sinergi dan kolaborasi ini merupakan langkah awal bagi kedua perusahaan untuk meningkatkan layanan yang lebih efisien, cepat, aman, dan terintegrasi dengan Service Level Agreement (SLA) yang dibutuhkan oleh pelanggan.

“Kolaborasi ini juga diharapkan dapat membuka banyak peluang, pengembangan, serta potensi kerjasama pada program lainnya dalam jangka panjang,” tukasnya.

Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

KPK Setengah Hati Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:16

Optimisme dan Tantangan Golkar di Era Bahlil Lahadalia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 02:08

Dibuka Program Madrasah Layak Belajar 2026 untuk 700 Madrasah

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:38

Prabowo dan DPR Harus Dengarkan Desakan Gibran Mundur dari Wapres

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:23

Bantu Kuliner Indonesia Mendunia, Pemerintah Diminta Tiru Thailand

Kamis, 22 Oktober 2026 | 01:01

Lumat Arema, Persija Puncaki Klasemen

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:39

PDIP: Usulan Luhut Cederai Rasa Keadilan Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:19

Infrastruktur Perikanan KNMP di Papua Tengah Diharapkan Dorong Ekonomi Nelayan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 00:01

Usulan Luhut soal Ubah Definisi Korupsi Membahayakan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:35

Polisi Bunuh Polisi Melonjak Dua Kali Lipat pada 2026

Rabu, 21 Oktober 2026 | 23:15

Selengkapnya