Berita

Ketua Relawan Nasional TPS Prabowo-Gibran, Alfiyan Toni, bersama Wakil Komandan Alpha TKN Prabowo-Gibran, Fritz Edward Siregar, di depan kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/1)/Istimewa

Politik

Merapat ke Prabowo-Gibran, Alumni KPU Siap Kawal TPS pada 14 Februari Mendatang

SABTU, 20 JANUARI 2024 | 23:59 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Alumni Komisi Pemilihan Umum (KPU) pusat, provinsi, dan kabupaten/kota yang tergabung dalam Relawan Nasional TPS Prabowo-Gibran resmi mendukung calon presiden-wakil presiden nomor urut 2, Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.

Ketua Relawan Nasional TPS Prabowo-Gibran, Alfiyan Toni mengatakan, para relawan ini berisi dari alumni penyelenggara pemilu, baik sebagai anggota KPU maupun Bawaslu.

Alfiyan Toni mengatakan, pihaknya berkepentingan untuk mengawal jalannya pesta demokrasi yang jujur, adil, dan tanpa kecurangan, dan memutuskan untuk bergabung ke Prabowo-Gibran.


"Kami melihat bahwa demokrasi ini harus kita kawal. Kita ingin proses demokrasi ini betul-betul berkualitas dan dilaksanakan dengan integritas tinggi oleh kawan-kawan penyelenggara pemilu yang aktif hari ini," kata Alfiyan di kediaman pribadi Prabowo, di Jalan Kertanegara IV, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (20/1).

Karena itu, Relawan Nasional TPS Prabowo-Gibran berkomitmen untuk ikut serta mengawal proses jalannya Pemilu 2024.

Pengawalan dilakukan mulai dari pemungutan suara, penghitungan suara, hingga rekapitulasi suara mulai tingkat TPS hingga nasional.

"Kami yakin Pak Prabowo dengan komitmen ini akan menang satu putaran," tegas Alfian.

Sementara itu, Wakil Komandan Alpha TKN Prabowo-Gibran, Fritz Edward Siregar, mengapresiasi bentuk dukungan dan yakin para alumni penyelenggara pemilu ini memiliki pemahaman yang dalam tentang penyelenggaraan Pemilu.

"Saya yakin bapak ibu selama 5 tahun, 10 tahun, 15 tahun dengan bimtek yang sudah kita lakukan, saya rasa saya tidak perlu menggarami laut. Bapak ibu paling tahu bagaimana kompleksitas dalam proses pemilu," kata Fritz.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya